Penggunaan DD/ADD Disoal Warga

Iklan Semua Halaman

.

Penggunaan DD/ADD Disoal Warga

Sku Metropolitan
Selasa, 28 Februari 2017


Kotabumi, Metro.
Warga Desa Gunung Besar, Kecamatan Abung Tengah Lampung Utara meminta  Kepala Desa lebih transparan dalam menggunakan Dana Desa, baik itu kegiatan fisik maupun non fisik. “Banyak kejanggalan penggunaan dana desa (DD) yang diduga telah menyalahi prinsip dasar DD itu. Seperti contoh, berbagai pembangunan fisik melalui dana desa yang telah diterima desa dan telah dipergunakan. Hal itu dikatakan JN salah seorang warga kepada waratwan SKU METROPOLITAN baru- baru ini.

JN (50) menuturkan, kepala Desa Gunung Beasr Pahrul diduga t, kami banyak yang tidak tau untuk apa, berapa dan ke mana pengunaannya, karena kami tak melihat di papan pengumuman. Bahkan jumlah kegiatan juga tak pernah kami ketahui,” kata salah satu tokoh masyarakat Pandapotan Harahap (40), kemarin. Dikatakan, tahun anggaran 2016, Desa Partihaman Sarohalah melakukan penyimpangan penggunaan Dana Desa dan Anggaran Dana Desa (DD/ADD)tahun anggaran 2016.  Padahal pemerintah mengalokasikan dana tersebut untuk kemajuan dan pembangunan Desa. Beberapa jenis pekerjaan disinyalir anggarannya digelambungkan oleh Kepala Desa dalam laporan SPJ, tuturnya.

Dia menambahkan, kami berharap desa kami ini bisa lebih maju kedepan, jangan hanya memajukan diri sendri/memperkaya diri dengan bantuan Negara yang di kucurkan pemerintah daerah atapun pemerintah pusat add dan dd, kami meminta kepada pemerintah agar dapat turun ke desa kami melihat pekerjaan yang tidak sesuwai dengan harapan rakyat, bebernya.

Selain JN salah seorang warga yang tidak bersedia namanya ditulis, mengatakan, Pekerjaan siring pasang,  sepanjang 1400 M, asal jadi, fakta dilapangan, siring pasang terlalu kecil tidak sesuwai dengan laporan relisasi, lantai bawah seharus nya memakai adukan kedap air setebal, 5cm, sedangkan yang ada hanya disiram adukan semen biasa. Akibat dari pekerjaan asal jadi, kini sudah rusak.


Pembagunan sembilan (9) gorong-gorong, diduga tidak sesuai laporan. lantai atas gorong-gorong, pengecoran langsung dan besi ayaman sebagai tulang bagunan dinding bawah, samping tidak memakai besi sesuai setandar. Hanya memakai batu belah biasa, kini bagunan sudah rusak. pembagunan rabat beton sepanjang 125 M seharus nya memakai batu seplit  tapi yang ada batu campuran batu kali bulat. ketebalan tidak sesuai dengan laporan relisasi, adukan tidak memakai adukan cor, ujarnya. (RAMA FY)