Perlu Pemetaan Guru Honor Prihatin, Ketua Komite SDN Mangunjaya 07 Benahi Sapras

Iklan Semua Halaman

.

Perlu Pemetaan Guru Honor Prihatin, Ketua Komite SDN Mangunjaya 07 Benahi Sapras

Sku Metropolitan
Selasa, 28 Februari 2017

Oleh: Marihot Tampubolon
Masih seumur jagung dipilih melalui hasil rapat komite sekolah, Ketua Komite SD Negeri Mangunjaya 07, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat, M. Muhadi, dengan mengedepankan koordinasi dengan kepala sekolah melakukan pembenahan sejumlah sarana dan prasarana (Satpras) sekolah sesuai fungsinya sebagai ketua komite sekolah sebagaimana diatur dalam pasal 2, pasal 3, Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor.75 Tahun 2016 Tentang Komite Sekolah.

Pembenahan Sapras yang dilakukan komite sekolah yakni, pembangunan baru dua kamar mandi/Wc untuk menimalisir jumlah murid, perbaikan kamar mandi/Wc yang sudah ada, pembangunan kantin di dalam lingkungan sekolah, renovasi ruang perpustakaan, dan melakukan pembenahan lampu di dalam ruang kelas serta perawatan genteng bangunan sekolah.

Selain melakukan pembenahan terhadap fasilitas Satpras, Muhadi yang juga anggota Militer TNI AD juga melakukan pembenahan keamanan sekolah dengan melakukan penutupan dua pintu masuk alternatif, sehingga semua murid dan guru serta orang tua murid beserta tamu sekolah harus masuk dan keluar melalui pintu gerbang sekolah sehingga dapat di pantau petugas satuan pengamanan (Satpam) sekolah.

 Langkah itu dilakukan, selain untuk mengontrol semua siswa dan tamu sekolah, juga untuk menghentikan sejumlah masyarakat yang memasuki lingkungan sekolah untuk mencuci kendaraan roda duanya.

Disambangi di kediamannya di perumahan Villa Bekasi Indah, Muhadi menuturkan keprihatinannya melihat sarana dan prasarana SD Negeri Mangunjaya 07, termasuk manajemen pengelolaan sekolah.
Dia katakan, selain kondisi sarana dan prasarana di sekolah yang sangat memprihatinkan dan perlu pembenahan, termasuk dari pemerintah, yang sangat miris juga banyak terdapat coret-coretan di dinding dan pintu kamar mandi sehingga sangat tabu atau tidak pantas di lihat dan di baca anak didik, atau oleh siapapun, ujarnya.

Dijelaskan Muhadi, setelah berkoordinasi dengan kepala sekolah, akhirnya komite bersama seluruh guru kompak melakukan gotong-royong sekitar satu minggu untuk melakukan pembenahan sarana dan prasarana di sekolah.

Disinggung terkait anggaran yang diperkirakan cukup signifikan untuk perbaikan sejumlah Sarpras, Muhadi mengatakan murni dari wujud kepedulian komite untuk peningkatan mutu pelayanan pendidikan di sekolah.

“Berkat kekompakan semua tenaga pendidik, termasuk penjaga sekolah dan petugas keamanan, sarana dan prasarana dapat kami benahi untuk kenyamanan proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Saya bersama kepala sekolah berusaha menciptakan suasana keluarga besar di SD Negeri Mangunjaya 07 sehingga tercipta suasana kepedulian antarsesama, termasuk orang tua murid untuk meraih mutu pendidikan yang memiliki daya saing,” ungkapnya.

Dituturkan Muhadi, selama ini, pengelolaan atau manajemen berbasis sekolah (MBS) SD Negeri Mangunjaya 07 masih jauh dari yang diharapkan masyarakat khususnya orang tua murid seperti, pembangunan kantin di dalam lingkungan sekolah sehingga semua siswa dan jajanannya dapat di kontrol, penggantian lampu di dalam ruang kelas sehingga tidak mempengaruhi mata siswa untuk belajar, perbaikan Ac, renovasi kamar mandi/Wc, perbaikan genteng yang bocor, penambahan kamar mandi/Wc untuk menimalisir jumlah siswa, dan lainnya.

Disinggung terkait keluhan sekolah untuk menunjang proses KBM sehingga memiliki mutu dan daya saing pendidikan, Muhadi berharap kepada pemerintah daerah Kab. Bekasi agar memperhatikan skala prioritas yakni, pembangunan ruang kelas baru (RKB) di tanah sekolah yang masih tersedia.
Ia juga berharap kepada Pemda Bekasi agar memperhatikan kondisi perpustakaan saat ini, sebab tidak layak untuk dipergunakan oleh siswa karena kondisi ruangan sangat sempit yakni berukuran sekitar 2 meter x 6 meter, pembangunan unit kesehatan sekolah (UKS), dan sarana lainnya.
Terkait hubungannya dengan kepala sekolah untuk memajukan pendidikan sehingga memiliki daya saing, demikian juga dengan disiplin ilmu di kemiliteran, Muhadi mengatakan sangat baik dan ada titik temu dengan disiplin ilmu saya di Kemiliteran yakni tentang kedisiplinan. “Mutu pendidikan mustahil dapat diraih tanpa kedisplinan. Baik tenaga pendidik, khususnya para siswa agar memiliki karakter berbudi pekerti,” ujarnya.
Menurut Muhadi, pendidikan di sekolah harus terlebih dahulu ditanamkan tentang disiplin. Dan disiplin harus dimulai dari hulu atau guru, baru ke hilir atau murid. Sehingga pelajaran yang diberikan oleh guru di sekolah dapat mengalir seperti air sehingga dapat membentuk karakter siswa yang berbudi pekerti.
“Pendidikan di sekolah sangat berbeda dengan pendidikan di dalam keluarga yang menanamkan kasih sayang. Pendidikan di sekolah harus memadukan antara disiplin dengan kasih sayang. Disitulah kelebihan seorang guru yang patut di tiru dan di guguh, dibandingkan dengan orang tua siswa,” tuturnya.
Dia berharap, kedepan, semua tenaga pendidik agar saling terbuka dan tak perlu ragu untuk menyampaikan keluhannya kepada kepala sekolah dan komite agar duduk bersama mencari solusinya, sehingga tidak ada lagi keluhan dari orang tua murid.

Dikejar terkait keluhan orang tua murid, Muhadi mengatakan, selama ini ada dana kebersamaan sesuai kesepakatan orang tua murid untuk biaya pemeliharaan Ac di dalam ruang kelas. Namun biaya pemeliharaan Ac itu tidak sepenuhnya dipergunakan guru sehingga anak didik kepanasan belajar di dalam ruang kelas dan mengeluh kepada orang tuanya.

“Posisi saya baru di pilih, atau dipercaya orang tua murid menjabat ketua komite sekolah. Begitu juga dengan kepala sekolah, belum lama di tempatkan atau pindah tugas. Saya berharap, khususnya tenaga pendidik agar tidak sungkan bertukar pikiran atau sharing demi kemajuan pendidikan, karena pendidikan merupakan aset orang tua murid dan bangsa,” harapnya.
Pemetaan Guru Honor.

Ketua Komite SD Negeri Mangunjaya 07 berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi melalui dinas pendidikan agar melakukan pemetaan jumlah guru honor di SD Negeri Mangunjaya 07.
Hal itu diharapkan Muhadi, sebab sangat berimplikasi terhadap ketidakmampuan kepala sekolah untuk melakukan pembenahan atau perbaikan sarana dan prasarana di sekolah sebagaimana diatur dalam peruntukan Juknis Bos (Biaya Operasional Sekolah).

Kata Muhadi, bayangkan, saat ini jumlah guru honor di SD Negeri Mangunjaya 07 sebanyak 25 orang, sementara guru PNS hanya 10 orang, dengan jumlah murid sebanyak 927 siswa.

Artinya, penerimaan dana Bos sesuai Juknis nyaris terkuras untuk membayar gaji guru honor. Lantas, apa yang bisa diperbuat oleh kepala sekolah untuk membenahi sarana dan prasarana pendidikan di sekolah? Sementara, pemerintah terus getol meminta kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk meningkatkan mutu pendidikan yang memiliki daya saing.

Muhadi berharap, untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, pemerintah Kab.Bekasi, selain perlu memperhatikan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah, juga perlu segera melakukan pemetaan guru honor sebab sangat mempengaruhi ketidakmampuan kepala sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui pembenahan atau perawatan sarana dan prasarana di sekolah.
Ditemui di sekolah, Kepala SD Negeri Mangunjaya 07, Sunarto mengatakan sangat mangapresiasi langkah komite sekolah yang begitu peduli dengan pendidikan yakni, melakukan pembenahan terhadap sejumlah sarana dan prasarana di sekolah.

Disinggung terkait biaya pembenahan sejumlah Satpras yang diperkirakan cukup signifikan, Sunarto mengatakan, itu murni dari wujud kepedulian ketua komite terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan, dan dibantu tenaga semua guru melakukan gotong-royong selama satu minggu.
“Saya salut dengan komite sekolah. Dan baru kali ini saya bekerjasama dengan komite sekolah yang memiliki disiplin ilmu Militer. Luar biasa didikan Militer, semua sarana prasarana di sekolah diperhatikan, bahkan sampai naik ke plafon untuk memperbaiki genteng, termasuk kepribadian semua guru dan anak didik di sekolah juga di perhatikan,” ungkap Sunarto.

Mengapresiasi langkah komite sekolah yang sering bertukar pikiran atau sharing, Sunarto mengatakan, melihat pola disiplin yang di telurkan ketua komite, dirinya sangat yakin mutu pendidikan di sekolah akan lebih meningkat di bandingkan dengan sebelumnya.
Hal itu dikatakan Sunarto, disamping upaya kami bersama komite untuk menerapkan disiplin, disaat senggang, ketua komite juga bersedia mendampingi guru untuk melakukan kegiatan pembelajaran ekstrakurikuler (Eskul) di sekolah yakni, melatih siswa untuk kegiatan pramuka, dan kegiatan lainnya.
Dikatakan Narto, melihat respon ketua komite terhadap kemajuan pendidikan di sekolah, ia juga telah menekankan kepada semua guru untuk bahu membahu meningkatkan mutu pendidikan sehingga nama SD Negeri Mangunjaya 07 semakin bersinar sebagaimana program ibu bupati terpilih.

Disinggung jumlah guru honor di SD Negeri Mangunjaya 07 sebanyak 25 orang dan guru PNS sebanyak 10 orang, sebagaimana dituturkan ketua komite, Narto membenarkan hal tersebut.
Dikeluhkan Narto, melihat jumlah guru honor di sekolah, maka sangat sulit untuk melakukan pembenahan Satpras untuk menunjang upaya peningkatan mutu, sehingga memiliki daya saing pendidikan di sekolah. Dia berharap kepada Pemda Bekasi melalui dinas pendidikan untuk melakukan pemetaan guru honor di sekolah.

Terkait kebutuhan Satpras yang menjadi skala prioritas untuk menunjang KBM di sekolah, Sunarto berharap kepada Pemda Bekasi untuk membangun ruang kelas baru (RKB) dengan gedung bertingkat di tanah milik sekolah, untuk kebutuhan ruang belajar, perpustakaan, ruang guru, dan ruang unit kesehatan sekolah (UKS), harapnya.

Saat ini SD Negeri Mangunjaya 07 dengan jumlah murid sebanyak 927 orang hanya terdapat 12 ruangan, sudah termasuk ruang guru, sehingga penempatan KBM untuk kelas tiga sampai tiga sip, ujar Sunarto berharap kepada Pemda Bekasi.

Dia sebutkan, “Kami bersama komite sekolah sedang berupaya untuk membuat wastafel tempat cuci tangan di depan ruang kelas. Nanti, dengan keberadaan wastafel, anak didik serta guru dapat melakukan cuci tangan di depan ruang kelas tanpa harus ke kamar mandi,” ujar Sunarto.