Bantuan KUBE Dipertanyakan Anggota

Iklan Semua Halaman

.

Bantuan KUBE Dipertanyakan Anggota

Sku Metropolitan
Rabu, 15 Maret 2017
  

Lampura, Metro.
Bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dari Kementerian Sosial RI tahun anggaran 2015 yang direalisasikan Desember tahun 2016, untuk Kecamatan Muara Sungkal Kabupaten Lampung Utara dipertanyakan. Pasalnya fakta di lapangan, penerima bantuan diduga tidak sesuai ketentuan. 

Bantuan tersebut diterima kelompok yang terdiri dari 10 orang angota, bendahara dan Ketua kelompok, Dana KUBE langsung masuk rekening kelompok sesuai dengan jumlah angota maksimal 10 anggota. Tetapi ada juga  kurang dari sepuluh angota. Satu ngota kelompok mendapat dana yang akan di belikan kambing senialai Rp. 2000.000, setiap kelompok harus memelihara kambing untuk di kembangkan menjadi usaha bersama, kandang nya harus bersatu tidak boleh terpisah maka dengan kata lain terjalin kebersamaan kelompok tersebut.

Anton, kordinator Kecamatan (korcam) pendamping kelompok usaha bersama (KUBE)  di Kecamatan Muara Sungkai Kabupaten Lampung Utara (lampura), diduga berkerja sama dengan ketua kelompok yang ada di Kecamatan tersebut. Korrdinator Kecamatan bersama Ketua kelompok mengalokasikan Kambing, sehinga angota kelompok tidak menerima dana sebesar Rp.2000.000 hanya menerima kambing yang diduga tidak sesuai dengan angaran yang ada. Sementara angota kelompok hanya menerima anak kambing.

NASIR. Mengatakan, “saya selaku Kasi Pemberdayaan bergerak di beberapa bidang yaitu, taman makam pahlawan, penanganan pakir miskin dan KUBE. Bantuan KUBE dari Kementrian sosial di Kabupaten Lampung Utara ini hanya tujuh Kecamtan antara lain, Kecamatan Sungkai Selatan, Kecamatan Sungkai Barat, Kecamatan Hulu Sungkai, Kecamatan Tanjung Raja, Kecamatan Abung Pekurun, Kecamatan Sungkai Jaya dan Kecamatan Muara Sungkai.

Dari tujuh Kecamatan yang mendapat bantuan KUBE yang berbentuk hiba ini sebanyak 5001 kelompok pada tahun 2015, terelisasi rata-rata uang masuk rekening masing-masing kelompok Desember 2016, sebesar Rp. 9.418 miliar. Pendamping kelompok 48, jika ada indikasi pembelanjaan kambing kurang maksimal, sepenuh nya tangung jawab Ketua dan bendahara kelompok tersebut. Seharusnya penyalurannya dipantau pendamping. Pendamping harus terlibat dan bertangung jawab dalam temuan seperti ini, ujarnya.

Hn (30) salah seorang anggota kelompok tidak tau permasalahan pembelian kambing, kami hanya terima kambing yang seperti ini. Perkiraan saya kambing ini di bawah RP 1000.000, harga nya, karena ini masih muda dan berukuran kecil, bebernya.

Menurutnya, bantuan diterima saja, meskipun kambing, terima saja. Kami kurang paham berapa haraga kambing, kami juga kurang paham berapa besar dana yang akan diterima anggota kelompok, katanya.


Ketika hal itu mau dikonfirmasi kepada koordinator Kecamatan, Anton, tidak perada dikantornya.  (Rama fy)