Ketua DPRD Tinjau Tanggul di Desa Tungkal I

Iklan Semua Halaman

.

Ketua DPRD Tinjau Tanggul di Desa Tungkal I

Sku Metropolitan
Rabu, 01 Maret 2017

Tanjabbarat, Metro
Merasa terpanggil dengan keluhan masyarakat, Ketua DPRD Tanjab Barat Faizal Riza, ST, MM, mengunjungi lokasi tanggul yang mengalami kerusakan parah di Desa Tungkal 1 RT 15, Kecamatan Tungkal Ilir.

Kerusakan yang terjadi akibat kondisi alam terjadinya abrasi akibat air pasang laut dan curah hujan yang tinggi serta ombak laut yang cukup besar.

Akibatnya, lokasi tanggul yang awalnya lebar 8 meter saat ini hanya tersisa sekitar 2 meter dan dampak mengecilnya tanggul tersebut mengancam ratusan hektar lahan dan pemukiman masyarakat terendam banjir.

Masyarakat sangat berharap perhatian segera penerintah untuk melakukan perbaikan. Kekhawatiran masyarakat seperti diungkapkan Jamain, apabila tanggul jebol tidak segera diatasi akan mengancam dan menghancurkaan ratusan hektar lahan mereka.

Menurutnya, keberadaan tanggul tersebut, sangat berperan dalam menopang aktifitas perkebunan masyarakat di Desa Tungkal I untuk menahan air sungai pada saat meluap ke permukaan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Faizal Riza, menyatakan sangat prihatin dan akan mengusahakan perbaikan segera. Menurutnya, hal yang pertama adalah mengupayakan pemasangan batu bronjong penahan ombak dan air laut. Sehingga kerusakan tidak semakin parah melalui dana darurat, ujarnya.

Kemudian berharap kepedulian perusahaan untuk membantu membuat dan memperbaiki tanggul baru. Hal ini karena Anggaran Tahun 2017 sudah disahkan, sehingga apabila menunggu anggaran tahun berikutnya, tentu akan cukup lama padahal kondisi saat ini sudah darurat dan mendesak, sebut Faizal Riza

⁠Prihatin dengan kondisi tanggul di Desa Tungkal I, RT 15, Ketua DPRD Tanjabbar Faisal Riza turun ke lokasi. Tanggul yang tadinya selebar 8 meter, kini hanya tersisa 2 meter.

Menurut Faisal Riza, kerusakan tanggul akibat abrasi laut yang merusak tanggul secara perlahan. Disamping itu kondisi curah hujan yang tinggi juga menjadi penyebab lainnya.

"Awalnya selebar 8 meter, saat ini hanya tersisa 2 meter dan akibatnya mengancam ratusan hektare lahan dan pemukiman masyarakat," kata Icol panggilan akrabnya.

Dirinya prihatin dan berharap ada perhatian dari pemerintah daerah maupun perusahaan yang ingin menggulirkan dana CSR nya.

Menurut dia, langkah awal untuk memperbaiki tanggul, sebaiknya dengan pemasangan batu bronjong sebagai penahan, sehingga air tidak melimpah ke kebun masyarakat.

"Karena Anggaran Tahun 2017 sudah disahkan. Apabila menunggu APBDP akan cukup lama, padahal kondisi saat ini sudah darurat dan mendesak. Masyarakat sangat berharap perhatian segera pemerintah untuk melakukan perbaikan. Masyarakat juga khawatir apabila tanggul jebol akan merusak ratusan hektare lahan mereka," timpal Politisi Partai Gerindra ini.

Warga setempat Jamain, berterima kasih atas kunjungan KetuanDPRD ke lokasi tanggul yang rusak. Dia mengaku, selama ini tidak perhatian dari pihak manapun.

"Kami berharap kunjungan Ketua DPRD akan membantu kami karena selama ini tidak ada perhatian sama sekali," ujar Jamain. (Johari)