Pengurus DPC dan PAC PDI Perjuangan Indramayu Datangi DPD dan DPP PDIP, Minta Ketegasan Sikap

Iklan Semua Halaman

.

Pengurus DPC dan PAC PDI Perjuangan Indramayu Datangi DPD dan DPP PDIP, Minta Ketegasan Sikap

Sku Metropolitan
Sabtu, 25 Maret 2017
Indramayu metro - Terkait dengan perkembangan gonjang-ganjing surat yang dikeluarkan oleh ketua DPC PDI Perjuangan Indramayu, H.Ruslandi dan Sekretaris DPC PDIP H.Sirojudin, tentang adanya surat keputusan yang tidak melalui rapat DPC, terhadap pemberhentian anggota PDI Perjuangan dan PAW Junaedi, sejumlah pengurus DPC dan PAC PDIP Indramayu turut menyikapi hal tersebut.

 Hal itu seperti dikatakan wakil bidang politik hukum dan keamanan PDI Perjuangan Indramayu, Sahali SH, jika pihaknya tidak pernah tahu terkait dengan surat tersebut, karena sebelumnya tidak ada rapat pengurus yang di sesuaikan amanah AD/ART.

 "Dua surat itu inkonstitusional dan kami dari pengurus DPC juga dari PAC tidak bertanggung jawab atas surat tersebut," Ungkapnya, saat menggelar konpers bersama puluhan PAC PDI Perjuangan di Indramayu, Kamis (16/03).

 Dikatakannya, dalam konteks 26 januari 2016 lalu ada 3 kader PDI Perjuangan Indramayu yang diberikan sanksi karena melenceng dari instruksi partai, yakni Wahyudi, Agus Darmawan dan Sukim Budiman.

 H.Rokhman, anggota fraksi PDI Perjuangan, mengatakan bahwa pada prinsipnya PDI Perjuangan punya prinsip yang jelas dan tidak bisa di obok-obok.

 "Secara pribadi menghargai atas keputusan ketua dan sekretaris, namun sangat menyayangkan sikap ketua DPC, harusnya menteladani bagaimana menjadi kader yang baik," Jelasnya.

 Kasladi, sekretaris PAC Balongan, menuturkan jika ketiga orang yang diberi sanksi itu sudah jelas melenceng dari instruksi partai.

 "Harusnya kumpulkan seluruh PAC, padahal banyak penolakan oleh PAC terhadap ketiga orang itu, sangat miris melihat gaduhnya partai yang saya idamkan," Tuturnya.

 Sementara menurut Samaid, ketua PAC Gantar, menjunjung tinggi AD/ART Partai, yang menegaskan bahwa ketiga kader tersebut harus segera dipecat.

 "Menegakkan PDI Perjuangan di Indramayu agar solid, keputusan ketua tidak mendidik secara politik, harusnya ada kordinasi dengan para PAC," Tegasnya.

 Seperti diketahui, pasca meninggalnya Junaedi salah satu Anggota DPRD Indramayu beberapa waktu lalu, berdampak sistemik terhadap soliditas politik dan hilangnya aspirasi masyarakat ketika reses diwilayah Daerah Pemilihan (Dapil) Indramayu 4, sehingga secara politik masyarakat tidak dapat menyampaikan aspirasi kepada kader PDI Perjuangan diwilayah tersebut.

 Namun,  fenomena internal ditubuh Partai Moncong Putih Kabupaten Indramayu, muncul dua kader partai yakni Wahyudi dan Subada yang bakal menduduki posisi anggota DPRD digedung wakil rakyat. Wahyudi merupakan kader dengan perolehan suara kedua setelah Almarhum Junaedi tetapi terganjal oleh sanksi yang sedang diproses, sementara Subada adalah kader yang juga berpeluang untuk bisa duduk di DPRD jika Wahyudi resmi diberi sanksi oleh keputusan partai.

 Sebelumnya, ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, H. Ruslandi mengatakan, berdasarkan permohonan Pimpinan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Indramayu tentang kebutuhan atas kekosongan anggota dan segera pengusulan Pengganti Antar Waktu (PAW) yang harus segera diisi sesegera mungkin, pihaknya sudah melakukan kordinasi dan melayangkan surat kepada DPD PDI Perjuangan Propinsi Jawa Barat, atas langkah yang akan ditempuh menyikapi dua kader yang bakal duduk di DPRD Indramayu.

 Namun demikian, ia mengakui bahwa Wahyudi memang bersalah, kemudian setelah dilantik, keputusan penghentian keanggotaan seseorang dari partai berupa pemecatan, maka harus turun.

 "Setelah berkonsultasi dengan pimpinan partai lebih tinggi, bahwa tanpa surat pemecatan, sulit sekali partai menghalangi yang bersangkutan untuk tidak dilantik yakni setelah nomor urut terbanyak berikutnya," Pungkasnya. 
 Selain itu, puluhan dari perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu mendatangi kantor Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD PDIP) Provinsi Jawa Barat, di Jalan Pelajar Pejuang 55 No.1 Bandung, pada Senin (20/03) lalu.


Kedatangan puluhan PAC PDIP Indramayu tersebut untuk meminta kejelasan soal polemik yang terjadi di DPC PDIP Indramayu, diantaranya terkait ketegasan sanksi terhadap 3 kader partai yang dianggap berhianat pada partai serta Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Indramayu yakni almarhum Junaedi.


Ketua PAC Patrol, Rudi Hartono mengatakan bahwa selama ini ketua DPC PDIP Indramayu kurang tegas dalam menyikapi persoalan terhadap 3 kader partai yang menghianati dan tidak mengikuti instruksi partai.


"Makanya kami datang kesini (DPD PDIP Jawa Barat, red) untuk meminta kejelasan sanksi terhadap 3 kader yang sudah menghianati partai, karena ketua DPC PDIP Indramayu selama ini kurang tegas menyikapi hal itu," Ungkapnya


Pihaknya berharap agar ketiga kader tersebut diberikan sanksi tegas berupa pemecatan, karena dianggap sudah melenceng dari instruksi partai di PDI Perjuangan.


"Di AD/ART PDI Perjuangan kan kalau ada kader yang menghianati partai sanksinya jelas, dipecat. Sudah jelas ketiganya mengingkari, tapi kok masih mau di pake lagi," Tegasnya.


Senada, hal tersebut juga disampaikan ketua PAC Arahan, Carwakim Saefudin alias Aing bahwa ketiga pembelot partai harus segera mungkin diberikan sanksi pemecatan.


"Kalaupun tidak ditindaklanjuti dengan serius maka akan terkendala juga dalam pilkada nanti, belum ada sanksi apapun, baik tertulis dan muncul di media, kawan-kawan PAC berharap agar sanksinya harus pemecatan," Jelasnya.


Sementara, salah satu perwakilan pengurus DPC PDIP Indramayu, Sahali SH, menuturkan jika pihaknya datang ke kantor DPD PDIP Provinsi Jawa Barat adalah murni untuk meluruskan kepemimpinan yang terjadi di DPC PDIP Indramayu.


"Ya bahwa siapapun kader partai yang melanggar agar diberikan sanksi yang tegas," Tuturnya.


Selain soal PAW, lanjut Sahali, kami hanya mengawal untuk menyampaikan aspirasi para kader-kader PDIP Indramayu ke pengurus yang lebih tinggi, agar kepemimpinan PDIP di Indramayu sesuai dengan ideologi dan AD ART partai.pungkasnya.
(Kabiro)