Infrastruktur Gas Bumi Untuk Rumah Tangga dan Transportasi Diresmikan

Iklan Semua Halaman

.

Infrastruktur Gas Bumi Untuk Rumah Tangga dan Transportasi Diresmikan

Sku Metropolitan
Senin, 17 April 2017
 Subang ,METRO - Warga Kelurahan Cidahu dan Kelurahan Dangdeur, Kecamatan Pegaden Barat, Kabupaten Subang, Jawa Barat, telah menikmati gas bumi yang dialirkan melalui jaringan gas untuk rumah tangga (jargas) yang merupakan program Ditjen Migas Kementerian ESDM.

Sebanyak 4.000 sambungan Rumah tangga (SR) jaringan gas untuk rumah tangga dialiri gas secara bertahap melalui proses konversi kompor warga. Dirjen Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja, Anggota Komisi VII DPR Dony Maryadi Oekon dan Plt. Bupati Subang Imas Aryuningsih, PT Pertamina (Persero) selaku pengelola jargas, Jumat (7/5), meresmikan instalasi jargas di rumah warga yang telah dipasang instalasi jargas.

Program gas kota ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam program Diversifikasi Bahan Bakar Minyak ke Gas serta pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri. "Pemerintah tengah terus mengupayakan untuk pembangunan 300.000 jaringan gas untuk rumah tangga diseluruh indonesia pada tahun 2019, untuk memberikan energi berkeadilan," jelas Wirat.

Pembangunan Jargas Subang dibiayai melalui dana APBN yang pengelolaannya diserahkan kepada Pertamina. Untuk pengelolaan Jargas Subang tersebut, Pertamina menunjuk afiliasinya, yakni PT Pertagas Niaga (PTGN) untuk mengoperasikan jargas. Jargas Subang mendapatkan pasokan gas dari PT Pertamina EP Field Subang dengan alokasi 0,2 MMSCFD.
"Pertamina berkomitmen dalam mengelola gas bumi untuk masyarakat memberikan pelayanan terbaik mulai dari penyediaan pasokan gasnya di hulu hingga mendukung pengembangan infrastruktur gas bumi di Indonesia, termasuk untuk masyarakat konsumen rumah tangga maupun transportasi, " kata Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito.

“Salah satu keunggulan jargas adalah mengalir kontinyu 24 jam. Tekanan serta berat jenisnya kecil jadi warga tak perlu khawatir dengan keamanannya,” tambah Wirat.
Pertamina menargetkan hingga tahun 2017 dapat membangun dan mengoperasikan jargas penugasan dari Kementerian ESDM dan pengembangan dari Pertamina hingga 130.880 SR di berbagai kota/kabupaten.

Selain meninjau instalasi jaringan gas kota, Dirjen Migas dan Komisi VII DPR juga meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Subang yang juga dibangun dengan menggunakan dana APBN. Untuk menarik minat masyarakat agar beralih menggunakan Bahan Bakar Gas jenis CNG, Pemerintah telah mendistribusikan 82 unit konverter kit kepada mobil-mobil dinas Pemerintah Kabupaten Subang dan rencana pada tahun 2017 akan mendistribusikan sekitar 100 unit konverter kit .

Dipilihnya mobil pemerintah Kabupaten Subang ini tujuannya tidak lain adalah sebagai contoh bagi masyarakat lainnya dan kendaraan umum yang ada di Kabupaten Subang untuk beralih menggunakan BBG jenis CNG yang memiliki keunggulan lebih murah, lebih bersih, dan ramah lingkungan. Pemerintah sudah memfasilitasi SPBG sehingga sudah mudah untuk mengisi Envogas-nya” kata Wirat.

Dengan adanya infrastruktur gas yang dibangun oleh Pemerintah, diharapkan memberikan manfaat energi berkeadilan bagi masyarakat.

Program jaringan gas (Jargas) bumi untuk rumah tangga, yang dinanti-nantikan warga Subang, dari 4.000 Kepala Keluarga (KK) dalam lingkungan se kitar PT.Pertamina EP Asset 3 Subang Field  yang tersebar di dua wilayah prioritas utama wilayah Desa Cidahu Kecamatan Pagaden Barat sebanyak 2.500 KK dan Kelurahan Dangdeur sebanyak 1.500 KK. Kini dari 4.000 KK pengguna Jargas bumi itu sudah bisa dioperasikan.‎

Dirjen Migas, Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja menuturkan, program tersebut akan terus dikembangkan di seluruh Indonesia karena bagian dari kebijakan pemerintah, berupa diver sifikasi Bahan Bakar Minyak ke Gas, serta peman faatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri. 

"Pemerintah tengah mengupayakan untuk pembangunan 300.000 jaringan gas untuk rumah tangga di seluruh Indonesia pada tahun 2019, untuk memberikan energi berkeadilan, dan di Subang pun akan bertambah menjadi 10 ribu," katanya.

Vice President Corporate Communication Perta mina, Adiatma Sardjito mengatakan, pihak nya berkomitmen dalam mengelola gas bumi untuk masyarakat memberikan pelayanan terbaik, mulai dari penyediaan pasokan gasnya di hulu hingga mendukung pengembangan infrastruktur gas bumi di Indonesia, termasuk untuk masyarakat konsumen rumah tangga maupun transportasi.

"Salah satu keunggulan jargas adalah mengalir kontinu 24 jam. Tekanan serta berat jenisnya ke cil, jadi warga tak perlu khawatir dengan keama nannya,” katanya.

Usai peresmian Jargas bumi dan SPBG langsung dilakukan peninjauan ke instalasi jaringan gas kota di daerah Dangdeur, termasuk pabrik pengelo han Gas di Cidahu. ‎

Plt. Bupati Subang Hj. Imas Aryumningsih menyatakan terima kasihnya atas kepercayaan infraks truktur SPBG dan Jargas. 
"Tentunya harus ada pengembangan tidak hanya di daerah perkotaan Subang, tetapi ke jalur Pantura," katanya. (DS/ABH)