Bupati: Datangkan LPJK Untuk Melihat Kondisi Jembatan Bagedor

Iklan Semua Halaman

.

Bupati: Datangkan LPJK Untuk Melihat Kondisi Jembatan Bagedor

Sku Metropolitan
Kamis, 25 Mei 2017
BEKASI, METRO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat kembali menegaskan terkait dengan proyek pembangunan jembatan yang diduga gagal kontruksi yang berada di Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muaragembong tidak ada masalah. 
 
    Perbaikan jembatan itu sedang dilakukan perbaikan oleh pihak ketiga dan masih dalam taraf pemeliharaan. Perbaikan itu dilakukan dengan menambahkan beton bertulang (Box Culvert)
    "Yang jelas pihaknya sudah mendatangkan Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) untuk melihat kondisi pembangunan jembatan bagedor," kata Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin di Kabupaten Bekasi, Rabu.
    Menurut dia dalam perbaikan pembangunan jembatan ini tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Namun murni dari pihak ketika yaitu pengusaha.
     Sedangkan untuk tim ahli yang didatangkan itu, secara tidak langsung untuk melakukan pengecekan terkait laporan adanya penyimpangan penggunaan material pembangunan jembatan.
    Ini memang harus dilakukan sebagai bentuk pengawalan dimana pemberitaan yang mencuat lebih memojokkan Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam melakukan pembangunan insfratruktur.
    Pada pembangunan ini secara umum tidak ada masalah yang seperti pada pemberitaan, hanya saja adanya kesalahan konstruksi pembangunan.
     "Untung saja dalam masalah ini tidak menimbulkan korban jiwa. Jadi pada intinya tidak ada masalah, sedangkan anggaran perbaikan langsung dari pihak ketiga (pengusaha)," katanya.
    Ia menambahkan pembangunan beton bertulang (Box Culvert), sebenarnya tidak ada dalam perencanaan awal. 
    Ini hanya sebagai bentuk tangungjawab dari kontraktor sebagai solusi bila sungai Ciherang yang melintas dibawah jembatan meluap sehingga perahu bisa melintas melalui beton bertulang.
    Namun sebelumnya tim pengkaji ini sudah melaporkan hasil kinerja dalam melakukan pengecekan tingkat kelayakan jembatan itu. Dari hasil investigasi tim melaporkan perlu adanya penambahan beton bertulang sebagai cara agar masyarakat nelayan tetap dapat mencari ikan.
    Ini adalah salah satu solusi terbaik bagi masyarakat setempat untuk melakukan aktivitas sehari-hari yaitu sebagai nelayan.
    Lanjut Neneng menjelaskan secara pemetaan keseluruhan memang sudah tidak ada masalah utama. Namun bila secara hukum tentunya akan terus berlanjut.
    Dan Kabupaten Bekasi akan tetap bersinergi bila pihak penyidik meminta untuk memberikan kesaksian terkait kasus pembangunan Jembatan Bagedor di Muaragembong. (tim)