DPRD Tuba Cek Izin RS Mutiara Bunda

Iklan Semua Halaman

.

DPRD Tuba Cek Izin RS Mutiara Bunda

Sku Metropolitan
Selasa, 16 Mei 2017
TULANG BAWANG, METRO -- Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulang Bawang berencana akan mengecek CSR sampai dengan izin operasional yang dikantongi RS Mutiara Bunda di Kampung Tunggal Warga, Kecamatan Banjaragung, Kabupaten Tulang Bawang.
Pengecekan ini menyusul adanya protes warga yang tinggal disekitar RS. Warga kecewa dengan pihak RS sebab tidak memberikan kebijakan terhadap warga yang sakit di kampung itu.  

“Tidak boleh (RS) semata-mata berfikir komersil semata, namun juga harus memikirkan masyarakat sekitar. Nanti kita cek izin operasionalnya, termasuk CSR nya, apakah sudah berjalan sesuai prosedur atau tidak,” kata anggota komisi IV, Hariyanto saat menerima kedatangan warga di Gedung DPRD.

Pihak DPRD menyayangkan pelayanan yang dijalankan RS Mutiara Bunda yang dinilai tidak ikut prihatin dengan lingkungan sekitar.

Sebagai rumah sakit yang berdiri di kampung itu, menurut Wakil Rakyat Tersebut RS dinilai perlu memberikan pengecualian (kebijakan) terhadap warga pribumi yang sakit disekitar RS.
"Kita pelajari dulu baru tentukan langkah lebih lanjut,”kata dia lagi.

Sebelumnya, Puluhan warga Kampung Tunggal Warga, Kecamatan Banjaragung, Kabupaten Tulang Bawang mengaku kecewa terhadap pelayanan dan kebijakan Rumah Sakit (RS) Mutiara Bunda yang berada di kampung setempat.

Selain telah mengajukan protes, mereka telah mengumpulkan 38 tanda tangan warga sebagai bentuk protes mereka terhadap RS.

 Dedi salah satu Masyarakat Kampung Tunggal Warga perwakilan warga kampung setempat menyebutkan, RS Mutiara Bunda dinilai tidak peduli terhadap perkembangan kesehatan warga  Lingkungan Sekitar RS, sehingga mereka harus mengadukan hal tersebut ke kantor DPRD.

 “RS Mutiara Bunda ini berdiri di Kampung Tunggal Warga. Tapi tidak ada kebijakan sedikitpun kepada masyarakat di sekitar lingkungan RS. Atas nama warga kami sangat kecewa,” kata Dedi  Rabu (10/05/2017).

Bentuk protes puluhan warga juga mendapat dukungan dari RK, Kepala Kampung Tunggal Warga dan pihak Kecamatan Banjaragung.

 “Dasar warga menuntut rumah sakit tersebut dikarenakan tidak adanya kebijakan dari rumah sakit  apabila ada warga lingkungan yang sakit,” katanya.

 Dia mencontohkan kebijaksanaan rumah sakit yang sering mengecewakan warga setempat yakni kurang maksimalnya menangani pasien BPJS, sangat berbeda saat menangani pasien umum.

“Kami juga mempertanyakan mana kesejahteraan kesehatan untuk lingkungan? mana CSR RS untuk warga sekitar.  Saya di sini memperjuangkan aspirasi lingkungan,” tegas Dedi.


 “Kami juga berharap ke pada pemerintah untuk membantu kami agar empat poin yang tercantum  dalam tuntutan kami dapat direalisasikan  dari rumah sakit mutiara bunda sesuai  data rekaman pelaporan masyarakat,” imbuhnya.(Fendi)