Kios Disegel Pedagang Datangi Kantor Bupati

Iklan Semua Halaman

.

Kios Disegel Pedagang Datangi Kantor Bupati

Sku Metropolitan
Rabu, 03 Mei 2017
Subang, METROPOLITAN. - Sejumlah pedagang eks Pasar Panjang dan Pujasera (Belakang Chan dra) yang direlokasi ke Terminal Subang, mengge rudug ke kantor Bupati untuk mengadukan nasib nya kepada Plt Bupati Subang,Hj. Imas Aryum ningsih, Selasa (25/4).

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Pemkab Subang ini, perwakilan para pedagang mengeluhkan omzet penjualannya menurun drastis, pasca dilakukan relokasi beberapa waktu lalu.

Bahkan, beberapa pedagang mengaku, setelah lima minggu berjualan, mereka mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah, akibat dagangannya kurang laku dan sepi pembeli.

Beberapa pedagang lainnya mengeluhkan adanya pungutan, yang nilainya tidak sebanding dengan omzet penjualan. Sedangkan selebihnya mengeluh merasa tersaingi oleh pedagang grosir.

Menanggapi keluhan para pedagang tersebut, Plt Bupati Subang, Imas Aryumningsih, didampingi Kabag Humas dan Protokol, Moh Agustias Amin; Sekda, HM Abdurakhman; Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Indagsar, Ugit Sugiana; serta pejabat terkait lainnya, mengatakan, akan segera memerbaiki kebijakan relokasi pedagang yang telah dilakukannya.

Di antaranya, dengan memerintahkan instansi terkait untuk memenuhi sarana prasarana pendukung beroperasinya pasar. “Saya telah memerintahkan dinas perhubungan agar segera menata jalur angkutan kota, supaya bisa masuk ke pasar rakyat,”katanya.

Dengan memasuki pasar rakyat, para penumpang angkutan umum bisa dengan mudah menjangkau para pedagang, untuk melakukan transaksi ekonomi. “Jadi nanti, angkutan-angkutan umum tidak hanya di depan terminal saja, tapi masuk ke dalam pasar, drop off-nya di sana, menurunkan penumpangnya di sana, di dekat pasar, supaya warga yang mau belanja tidak jalan kaki,”tuturnya.

Sedangkan soal pungutan terhadap pedagang yang dianggap terlalu besar dan tidak sebanding, Imas mengaku, segera memerintahkan Dinas Koperasi UMKM dan Indagsar, agar mengaturnya dengan baik, dengan cara memangkas kebijakan atau peraturan yang memberatkan pedagang.

Adapun mengenai persaingan dengan pedagang grosir Pasar Riantama, Imas menegaskan, akan melakukan pengaturan jadwal buka (jadwal beroperasi) setiap harinya. Untuk pedagang grosir Pasar Riantama, diperintahkan berjualan dari pukul 06.00 sore hari, atau pukul 18.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB pagi, setiap harinya.

“Sedangkan untuk pedagang Pasar Rakyat (eks pedagang Pasar Panjang), diharuskan berjualan dari pukul 06.00 WIB pagi sampai 06.00 WIB sore. Pengaturan jadwal ini, supaya persaingan yang timbul menjadi lebih sehat,”tegasnya.

Selanjutnya, terkait keluhan pedagang yang kiosnya disegel, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Subang, Agustias Amin, menambahkan, Plt Bupati, Imas Aryumningsih, telah memerintah kan Dinas Koperasi UMKM dan Indagsar, untuk memanggil Ketua Koperasi Pasar, Elis Langi, guna dimintai pertanggunganjawabnya.

“Pak Ugit (Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Indagsar) sudah diperintahkan oleh Ibu Plt Bupati, agar hal-hal itu tidak terjadi, dengan memanggil Ketua Koperasinya, Elis Langi, guna ditanyakan mengenai penyegelan kios para pedagang, kenapa hal-hal seperti itu sampai terjadi lagi,” timpal Agustias. DS/ABH.