Petani Hadiri Pelantikan Komunitas MSP

Iklan Semua Halaman

.

Petani Hadiri Pelantikan Komunitas MSP

Sku Metropolitan
Selasa, 16 Mei 2017
Indramayu, metro. - Sejumlah gapoktan, poktan, taruna tani dan masyarakat petani di kabupaten Indramayu, hadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus komunitas MSP (Mari Sejahterakan Petani) Indramayu, di aula Balai Desa Jangga Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu, Minggu (07/05).

Dalam acara tersebut, dihadiri langsung oleh ketua umum komunitas MSP Indonesia Bambang Mujiarto ST, Anggota DPR RI Komisi IV Ono Surono ST, Kuwu desa Jangga, Muspika Losarang, serta tokoh masyarakat setempat.

Ketua Komunitas MSP Indramayu, Apip Nopianto, dalam sambutannya mengatakan agar semua pihak bisa bersinergi dan membantu bergotong-royong dalam kedaulatan pangan bangsa Indonesia.

"Kalau masih makan nasi, ya mari bersama-sama, bergotong royong dalam kedaulatan pangan," Jelasnya.

Ketua umum DPP MSP Indonesia, Bambang Mujiarto ST mengungkapkan, pelantikan dan pengukuhan MSP tersebut diharapkan menjadi awal bangkitnya perjuangan petani di Indramayu.

"Petani adalah pemegang saham sendiri, berdiri di kaki sendiri, tanpa bergantung pada siapapun, dan hasilnya di nikmati sendiri," Ungkapnya

Dikatakannya, dalam hal memanusiakan manusia, bermusyawarah, berkeadilan, hanya ada di petani, dan merupakan cermin keadilan pangan.

"Jika ada yang mengatakan Petani adalah profesi yang paling hina, mereka adalah orang-orang keblinger, justru karena petani bangsa ini tetap ada," Tuturnya.

Namun demikian, dengan kondisi tersebut, meskipun alat mesin pertanian sudah canggih dengan menggunakan tekhnologi modern, namun hasil produksinya masih belum maksimal.

"Adanya hama wereng yang akhir-akhir ini menyebar, merupakan skenario global, program penyebaran penyakit yang berhasil oleh mereka (Asing) untuk Indonesia," Terangnya.
Menurutnya, Indonesia hanya dijadikan objek pasar mereka (asing), itu sebabnya, lanjut Bambang, presiden Jokowi stop impor, stop hibrida, karena hal itu cikal bakal yang merusak tanaman kita.

"Menuju kedaulatan pangan, harus kembali pada produk-produk lokal Indonesia, karena harga tidak menjamin kualitas," Pungkasnya.

Sementara, Ono Surono ST dalam sambutannya memaparkan, masih ada masalah-masalah di sektor pertanian, diantaranya soal lahan, infrastruktur, sarana produksi, kelembagaan dan UUD, SDM, serta Permodalan.
"Petani masih menjalankan pola-pola pertanian yang tradisional, meskipun hampir setiap di perguruan tinggi ada jurusan pertanian, namun di fakultas pertanian tersebut masih rendah dan paling bawah peminatnya," Ungkapnya

Dikatakannya, yang lulusan pertanian juga mayoritas bekerja di instansi dan dinas yang bukan sektor pertanian. Sehingga, lanjut Ono, hal tersebut juga merupakan masalah-masalah SDM dalam pertanian. 

Menurutnya, terkait dengan permodalan, di APBN untuk pertanian, padahal sudah ada programnya di pemerintah pusat.

"Terkait dengan lahan, ada program TORA (Tanah Objek Feforma Agraria), tapi mayoritas untuk lahan-lahan hutan di luar jawa," Jelasnya.

Menurutnya, lahan yang di kelola perhutani di Indramayu banyak mangkrak, pohon yang sudah di tebangi tidak di tanami, dan ada ribuan hektar di Indramayu yang masih belum di kelola.

"Semoga MSP menjadi wadah Gapoktan, Poktan, Petani, bukan hanya sekedar untuk mendapat program bantuan, namun sekaligus wadah perjuangan," Pungkasnya. (Kabiro)