Terkait Dugaan Korupsi Polda Metro Jaya Lakukan Penyelidikan

Iklan Semua Halaman

.

Terkait Dugaan Korupsi Polda Metro Jaya Lakukan Penyelidikan

Sku Metropolitan
Senin, 22 Mei 2017
BEKASI, METRO - Polda Metro Jaya akhirnya melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi dalam Proyek jembatan Bagedor Dinas PUPR yang berlokasi di Kampung Penombo, Desa Pantai Harapanjaya, Kecamatan Muaragembong.  

Pasalnya hal itu menindaklanjuti banyaknya pengaduan dari berbagai pihak terkait jembatan yang menyedot anggaran sebesar Rp.5,6 Milyar dalam APBD tahun 2016 tersebut.
Kepala Unit (Kanit) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Metro Kompol Agus 

Nuryanto,mengatakan saat ini pihaknya mengaku masih mendalami dan terus memeriksa semua pihak yang terkait dalam pembangunan jembatan bagedor tersebut.

"Terkait dugaan korupsi jembatan bagedor dinas PUPR Kabupaten Bekasi saat ini Masih dalam proses pemeriksaan,"katanya.

Ditambahkanya dalam penanganan dugaan korupsi jembatan Bagedor bisa saja dilimpahkan kepada Polres atau tetap di Polda, pihaknya masih menunggu intruksi pimpinan. karena banyak pihak yang melaporkaanya ke polda metro.

"Gimana nanti apakah kita serahkan ke Polres Setempat, atau tetap dikami (polda),"bebernya.
Disinggung apa dalam proses pemeriksaan sudah menemukan indikasi kerugian negara agus enggan menjelaskan secara detail lagi-lagi dia mengaku saat ini dalam proses penanganan tim penyidik Polda Metro.
"Sementara Masih belum menemukan dugaan-dugaan korupsinya, karena masih dalam proses,"tutupnya. 
Terpisah Kepala Seksi (Kasie) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi. Rudi Panjaitan, mengatakan pihaknya juga mengaku masih mendalami dugaan korupsi jembatan bagedor. hanya saja kata dia, saat ini jembatan bagedor masih dalam masa pemeliharaan pihak ketiga. sehingga pihaknya masih menunggu masa pemeliharaanya habis.

"Kami pastikan penanganan jembatan bagedor masih berlanjut,"tegasnya.
Masih dia,pihaknya berharap kepada semua pihak agar bersabar. sebab, dalam melakukan penyelidikan penyidik memerlukan banyak keterangan saksi-saksi dan alat bukti yang cukup untuk menaikan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan. sehingga, dengan demikan ada Standar Oprasional Prosedur (SOP) yang harus dilakukan dalam menangani perkara. "Kita tunggu sampai masa pemeliharaanya habis," tandasnya (Tim)