Ratusah Juta Uang Orang Tua Siswa Terkuras

Iklan Semua Halaman

.

Ratusah Juta Uang Orang Tua Siswa Terkuras

Sku Metropolitan
Kamis, 08 Juni 2017
Bekasi, MetroPr - ogram pendidikan gratis yang dicanangkan Pemerintah Kaabupaten Bekasi untuk masyarakatnya belum sepenuhnya berhasil. Buktinya, masih banyak terjadi pungutan-pungutan dengan dalih, perpisahan dan biaya Album tanpa melalui kesepakatan dengan rang tua siswa.

Padahal, saat ini segala pungutan sekolah dilarang, sebagaimana penegasan Permendikbud Nomor 75/2016 tentang Revitalisasi Komite Sekolah dan Perpres Nomor 87/2016 tentang Saber Pungli.
Namun, tampaknya hal itu kurang menjadi perhatian dan kehatian-hatian pihak sekolah. Bukan hanya pungutan study tour, karena untuk biaya album dan perpisahan pun demikian.

Seperti halnya terjadi di SMP Negeri 7 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi. Untuk acara perpisahan,  setiap muridnya dipungut sumbangan sebesar Rp.1.100.000 per siswa.

Salah seorang wali siswa menuturkan,  “sebenarnya kami selaku wali siswa keberatan, biaya sebesar itu sangat membarat saya. Cucu saya selalu meminta uang untuk kepentingan perpisahan, tetapi karena tidak punya uang, saya mendatangi pengelola sekolah agar Cucu saya tidak diikutkan dalam acara perpisahan tersebut. Tetapi pengelola sekolah memaksa saya untuk membayar biaya Foto sebesar Rp 250.000. untuk mendapatkan dana sebesar Rp 250.000, aku terpaksa ngutang” ujarnya.

Kepala sekolah SMP Negeri 7 Tambun Selatan, Budiono saat mau dikonfirmasi tidak ada di tempat, menurut Satpam, Kepala sekolah sedang keluar kantor. Humas SMP Negeri 7, En Siti saat dikonfirmasi diruang kerjanya menuturkan, biaya perpisahan bukan Rp 1.100.000, melainkan Rp 850.000 per siswa dan biaya album sebesar Rp 250.000 per siswa.

Jumlah siswa kelas IX yang  melaksanakan perpisahan berjumlah 427 orang, kalau dikalkulasi biaya yang dipungut untuk dana perpisahan 426 X 850.000= 362. 100.000 ditambah biaya album  427 X 250.000 = 106.750.000, total dana yang dipungut oleh pengelola sekolah dari orang tua siswa sebesar Rp 468.850.000.

Menurut Ketua DPC LSM Grasi Kabupaten Bekasi H. Malau, melaksanakan perpisahan bisa saja dilakukan di lingkngan sekolah. Semuasiswa dan orang tua siswa dapat merayakan perpisahan tersebut. Tetapi kalau perpisahan itu dilaksakana diluar daerah, hanya alasan pengelola sekolah untuk mendapatkan keuntungan dari dana yang dipungut dari orang tus siswa, jelasnya.

Dia menambahkan data  beberapa sekolah yang juga melakukan pungutan biaya perpisahan antara lain, SMP Negri 5 Tambun Selatan sebesar Rp 650.000/siswa, tujuan Cobodas, SMP Negeri 3 Cibitung sebesar Rp 1.000.000/siswa, SMP Negeri 1 Tambelang sebesar Rp 950.000/siswa, SMP Negeri 7 Tambun Selatan sebesar Rp 1.100.000/siswa, SMP Negeri 6 Tambun Selatan sebesar Rp 950.000/siswa dan SMP Negeri 1 Tambun Selatan sebesar Rp 950.000/siswa,  tujuan Yogyakarta.


Nyumarno, anggota komisi 4 yang membidangi pendidikan melalui WhatsApp menjelaskan, Study tour, perpisahan atau apapun jenisnya, harus persetujuan dan kesepakatan oleh pihak sekolah Komite sekolah dan orang tua siswa.  “ Kalau tidak ada persetujuan orang tua siswa, sudah melanggar aturan pindidikan,” jelasnya. Pihaknya juga berjanji akan mengusut tuntas persoalan ini dengan dinas terkait. (Fery)