Cegah Kuman Imun, RSUD dr. Iskak Deklarasi Komitmen PPRA

Iklan Semua Halaman

.

Cegah Kuman Imun, RSUD dr. Iskak Deklarasi Komitmen PPRA

Sku Metropolitan
Sabtu, 29 Juli 2017
Tulungagung, Metro = Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Iskak Tulungagung mendeklarasikan komitmen penggunaan antibiotic secara rasional. Seluruh dokter dan tenaga kesehatan rumah sakit ini tak akan mengobral antibiotic kepada pasien untuk menghindari mutasi kuman.

Direktur RSUD Dr. Iskak Tulungagung dr. Supriyanto, Sp.B mengatakan penggunaan antiobiotik yang tak rasional terbukti memicu mutasi kuman. Hal ini akan membuat upaya pembasmian terhadap kuman jenis baru tersebut makin sulit. “Pemakaian antibiotic yang tak rasional bisa memicu kuman ESBL (Kuma yang tahan atau tiddak bisa dibasmi dengan berbagai antibiotika)”. Kata Supriyanto dalam deklarasi komitmen terhadap pengendalian resistensi antimikroba di RSUD dr. Iskak Tulungangung.

Dokter spesialis bedah ini menjelaskan ada sejumlah alasan yang melatarbelakangi lahirnya deklarasi yang diikuti seluruh tenaga dokter di RSUD Dr. Iskak Tulungagung diantaranya adalah tingginya penggunaan antibiotic secara serampangan oleh tenaga dokter Indonesia yang justru memicu persoalan baru. Salah satu contohnya adalah kematian pasien infeksi yang tak bisa diatasi dengan berbagai jenis antibiotic.

Untuk mengatur penggunaan antibiotic ini, seluruh dokter RSUD dr. Iskak berkomitmen berperan aktif dalam pengendalian munculnya resistensian mikroba melali implementasi Program Pengendalian Resistensi Antibiotika (PPRA).

Dalam waktu dekat, rumah sakit pemerintah milik Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung ini akan membentuk PPRA yang solid, handal dna mampu mengatasi persoalan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Sehingga upaya penyembuhan maupun perawatan pasien infeksi akan tetap mempriorotaskan pengendalian resistensi.

Untuk mendukung program ini, manajemen RSUD Dr. iskak tengah mempersiapkan kebijakan pengendalian resistensi antimikroba dan melengkapi sarana diagnostic serta perawatan pasien secara optimal. Demikian pula kebutuhan sumber daya manusia yang mendukung program PRA ini akan segera dipenuhi berikut buku panduan PPRA yang tengah disusun manajemen rumah sakit.

Tak hanya persiapan system dan sarana rumah sakit, Supriyanto juga mengingatkan pentingnya member pemahaman kepada seluruh tenaga kesehatan dan masyarakat luas tentang munculnya bakteri multi resisten. “Penggunaan Antibiotik harus dilakukan secara bijak diikuti ketaatan kewaspadaan standar”. Pesannya.

Untuk melengkapi data surveilans pola penggunaan antibiotic dan pola bakteri resisten serta pola kuman rumah sakit di Indonesia. RSUD Dr. Iskak juga akan membangun jejaring nasional. “Dan yang terpenting badan Pengawasan Obat Makanan ikut aktif memantau peredaran antibiotik agar tak beredar di apotik dan toko,” tegas Supriyanto. (Sar/Jon)