Kuota Rombel Dikurangi\'‎ Kadisdikbud Subang Akan Lakukan Konsultasi Ke Kemendikbud

Iklan Semua Halaman

.

Kuota Rombel Dikurangi\'‎ Kadisdikbud Subang Akan Lakukan Konsultasi Ke Kemendikbud

Sku Metropolitan
Sabtu, 29 Juli 2017
Subang,METRO. - Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2017-2018 di Kabupaten Subang, dengan mengacu pada sistem Permendik bud yang baru Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pe nerimaan peserta didik baru baik, baik yang akan masuk sekolah TK, SD,SMP/MTs dan SMA/ SMK, pada pasal 24 ditegaskan mengenai jumlah (kuo ta) peserta didik baru satu rombongan belajar (Rombel) maksimal dan minimalnya dikurangi.

Hal tersebut muncul kekhawatiran dan akan berdampak pada siswa yang akan melanjutkan sekolah‎ tidak tertampung.

“Dengan adanya aturan baru ini, kami khawatir siswa yang akan melanjutkan sekolah, tidak tertampung, akibat ada pengurangan jumlah siswa setiap kelas,”ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Subang, Suwarna Murdias kepada wartawan, Senin (10/7)

Selain itu juga, Suwarna khawatir banyak guru tidak dapat sertifikasi, karena ada aturan, jika dalam satu sekolah tidak mencapai jumlah maksi mum yang ditentukan dalam setiap rombel, guru di sekolah tersebut tidak akan mendapat sertifikasi.

“Artinya, untuk sekolah di daerah yang tidak banyak dipilih atau tidak menjadi sekolah favorit, berpotensi jadi persoalan,”ucapnya.

Persoalannya dalam Permendikbud baru terse but, juga mengatur kuota kursi atau jumlah siswa maksimal maupun minimal setiap kelas (rombel) untuk semua jenjang pendidikan.

Diantaranya untuk jenjang SD, kuota yang dipatok minimal 20 siswa dan maksimal 28 siswa dalam satu kelas, jenjang SMP, minimal 20 siswa dan maksimal 32 siswa dan untuk jenjang SMA, mini mal 20 siswa dan maksimal 36 siswa serta untuk jenjang SMK, minimal 15 siswa dan maksinal 36 siswa.

“Padahal tahun sebelumnya, rata-rata siswa da lam satu kelas berjumlah 40 orang. Dengan pengu rangan kuota ini, kami khawatir menimbulkan ba nyak masalah. Karena itu, kami segera lakukan konsultasi ke kementerian,”tegas Suwarna.

(DS/ABH)‎