Sekolah Dilarang Gelar MOS Bernuansa Kekerasan

Iklan Semua Halaman

.

Sekolah Dilarang Gelar MOS Bernuansa Kekerasan

Sku Metropolitan
Sabtu, 29 Juli 2017
Tulungagung, Metro - Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung melarang adanya tindak kekerasan, pelecehan, dan perploncoan dalam masa orientasi siswa (MOS) yang digelar di sekolah – sekolah selama tiga hari.

“Selama tiga hari mulai pukul 07.00 WIB sampai 12.30 WIB pelajar mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS) yang berisi pengenalan lingkungan tempat belajar yang baru, guru baru, dan kakak kelas, serta membangun nasionalisme yakni cinta tanah air”. Kata Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung Suharno.

Kebijakan tersebut dilaksanakan jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung berkaitan dengan arahan Mendikbud Muhadjir Effendy agar MOS harus jauh dari perploncoan atau kekerasan.

Menurut Suharno, MOS digelar diluar ruangan dengan kegiatan belajar baris berbaris, memperkenalkan para guru yang bakal mengajar mereka, struktur Organisasi Intra Sekolah (OSIS) serta ruang kelas baru dan sarana prasarana sekolah mereka.

Ia mengatakan, dalam MOS itu pelajar juga diperkenalkan agar bisa memahami aturan sekolah dan tata karma, berikutnya siswa baru di bekali wawasan nusantara, pendidikan karakter bangsa serta kesadaran kebangsaan.

“Kita tidak menerapkan perploncoan, karena itu tidak mendidik, namun dengan pengenalan sekolah. Pelajar lebih memperoleh kenyamanan, ketenangan serta mendapatkan teman – teman yang baru. “Katanya.

Sementara itu kepala SMP Negeri 4 Tulungagung Adi Warnoto mengatakan, MOS selama tiga har berjalan sukses dan lancar, SMPN 4 Tulungagung tidak menerapkan perploncoan dan kekerasan namun membekali pelajar agar mereka bisa merasa nyaman di sekolah sehingga tujuan menjadikan sekolah menjadi rumah kedua siswa bisa didapati pelajar.” Katanya.

Selama dua hari MOS, katanya, pelajar disuruh memperkenalkan diri sendiri serta hobi masing – masing. Pada saat itu mereka juga ditawarkan untuk menampilkan bakat serta hobi mereka seperti menyanyi, baca puisi, dan mengaji.

Program MOS berorientasi menggali berkat anak yang selanjutnya mereka juga akan dipersiapkan untuk mengikuti berbagai lomba baik tingkat Kabupaten Provinsi dan nasional sebagai utusan SMP Negeri Kabupaten Tulungagung.(Sar/Jon)