ASAP PEMBAKARAN GANGGU PROSES KBM SDN CURUG 4 DEPOK

Iklan Semua Halaman

.

ASAP PEMBAKARAN GANGGU PROSES KBM SDN CURUG 4 DEPOK

Sku Metropolitan
Rabu, 23 Agustus 2017


DEPOK, METRO
Ratusan siswa SD Negeri Gurug 4, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok mengeluhkan asap pembakaran sampah warga yang menyelimuti area sekolah. Pasalnya lokasi sekolah yang hanya berjarak 25 meter dari lokasi tempat pembakaran sampah warga tersebut, sudah menjadi pemandangan biasa setiap harinya, akibatnya ratusan siswa dan guru tidak nyaman melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) diruangan kelas maupun saat melakukan kegiatan Olah Raga di pekarangan sekolah.

Menurut keterangan salah seorang guru yang sudah puluhan tahun mengajar di sekolah tersebut mengungkapkan, asap yang mengganggu KBM di sekolah ini sudah berlangsung lama namun sampai saat ini belum ada solusi dari pihak yang berwenang untuk mengatasinya sehingga kami bersama murid harus berjuang menahan perihnya mata dan sesaknya nafas akibat polusi asap yang menyelimuti ruangan kelas saat berlangsung KBM. “ Kami kasihan sama anak didik yang mengeluhkan kondisi mereka yang sering batuk saat belajar di kelas, terlebih pada saat mata pelajaran Olah Raga, terkadang kami hentikan dulu kegiatan olah raganya  menunggu asap berhenti, ” ujar salah seorang guru.

Yang paling parah, lanjut guru yang namanya tidak mau dipublikasikan tersebut mengatakan, jika angin berhembus dari arah belakang sekolah maka ruangan dan pekarangan pasti sudah dipenuhi asap, kejadian inilah yang membuat dirinya merasa kasihan terhadap kondisi anak didiknya yang mengeluhkan sesak nafas, ingin menolong tapi dengan cara bagaimana, katanya miris.
Rosinta, orang tua siswa kelas 4 yang ditemui METRO mengatakan, bahwa dirinya bersama orang tua siswa lainnya sudah sejak lama mengeluhkan kondisi sekolah yang dipenuhi polusi asap pembakaran sampah warga. Ia mengaku, dirinya bersama orang tua lainnya sudah pernah menyampaikan masalah ini kepada (alm) Badrul pada saat beliau menjadi Kepala Sekolah di SDN Curug 4, agar segera dicari solusinya namun saat itu tidak ada respon dari pihaknya, hingga sekarang belum ada titik terang dari pihak manapun terutama pemerintah Kota Depok dalam hal mengatasi asap tersebut.“Kami orang tua murid meminta Pemerintah Kota Depok agar segera melakukan tindakan tegas untuk menghentikan pembakaran sampah dilingkungan sekolah Curug 4 sebelum banyak makan korban.”tegasnya.

Dia mengaku heran, dimana salah satu program pemerintah  kota depok bahwa lingkungan sekolah harus bebas asap rokok karena sangat membahayakan kesehatan anak didik, sementara asap pembakaran sampah yang terjadi di Curug 4 yang lebih parah dari asap rokok malah justru disepelekan pihak yang berwenang begitu saja, jika pemerintah Kota Depok konsisten terhadap programnya bahwa Sekolah harus bebas asap, maka harus dibuktikan bahwa sekolah Curug 4 juga harus bebas asap tak terkecuali asap hasil pembakaran sampah. Maka melalui Media ini ini, atas nama seluruh orang tua murid SDN Curug 4, menyampaikan aspirasi kami kepada Wali Kota Depok,  KH.Dr.Mohammad Idris, MA, agar memikirkan nasib anak kami selama belajar di sekolah ini,” katanya penuh harap.

Hal senada juga diungkapkan ketua RT 02/ RW 01 Anin Tholi, saat dimintai keterangannya, Ia mengatakan sangat prihatin terhadap keadaan  sekolah yang selama ini dipenuhi oleh asap pembakaran sampah warga. Menurutnya satu-satunya lokasi penampungan sampah khusus di RW 01 yang meliputi 3 RT tersebut hanya ada di belakang sekolah SDN Curug 4, kami akan cari solusi agar sampah tidak lagi dibakar cukup lokasi tersebut hanya tempat penampungan sementara saja sebelum sampah diangkut ke Tempat Penampungan Akhir (TPA) .

Jadi rencana ini kemungkinannya akan bisa terlaksana setelah terpilihnya Ketua RW 01 yang baru, yang akan dilaksanakan tanggal 13 Juli mendatang, acara tersebut rencananya akan dihadiri Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriyatna, Camat Cimanggis, Drs. Henry Mahawan, dan Lurah Curug, Purwadi, S.Sos serta jajarannya. Usai menyaksikan pemilihan ketua RW 01 mereka juga akan kami arahkan meninjau langsung lokasi tempat pembakaran sampah, tuturnya.

Selain itu, Kepala Sekolah SDN Curug 4, Ngajilah, Spd, saat ditemui diruanganya mengatakan, masalah gangguan asap disekolah, sudah beberapa kali disampaikan kepihak pengelola sampah agar jangan membakar sampah pada siang hari, namun tetap saja dilakukan. Dirinyapun berharap ada terobosan baru dari  pak RT/RW setempat  mencari solusi agar sekolah bebas asap pembakaran sampah, katanya menutup.   (Jalampong R)