Daris Kecam Statment Viktor

Iklan Semua Halaman

.

Daris Kecam Statment Viktor

Sku Metropolitan
Rabu, 09 Agustus 2017
H. Daris
BEKASI, METRO
Ketua Fraksi NasDem DPR Viktor Laiskodat, dalam pidatonya di suatu acara di NTT, Sempat menuding empat parpol yang dianggapnya pro-khilafah. Pidato itu kemudian tersebar melalui video berdurasi 02.05 menit.

Di menit-menit awal video, Viktor bicara soal kelompok-kelompok ekstremis yang ingin mengubah NKRI jadi kekhilafahan. Transkrip Pidato tersebut...” Ada sebagian kelompok ini yang hari ini mau bikin negara khilafah. Dan celakanya partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga. Yang dukung supaya ini kelompok ini ekstremis ini tumbuh di NTT, partai nomor 1 Gerindra. Partai nomor dua itu namanya Demokrat. Partai nomor tiga namanya PKS. Partai nomor empat namanya PAN,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Daris mengecam keras statment politisi Partai Nasdem tersebut.

“Saya sebagai kader Geridra yang ada ditingkat daerah, betul-betul merasa sakit hati terhadap sikap politisi ditingkat Nasional seperti bang Viktor, menurut saya bang Viktor tidak mencerminkan sikap politisi Nasional, kata-katanya seperti seorang provokator, seorang pemecah belah,” kata Daris, Senin (7/8/2017).

Menurutnya, dengan keluarnya statment tersebut, membuat situasi politik di daerah menjadi tidak kondusif, hubungan antar partai jadi merenggang. “Sebelumnya dengan partai lain kondusif didaerah, didaerah antara Gerindra dan Nasdem tadinya berkawan, tapi karena kalimat ekstrem dari Viktor ini menjadi masalah besar dengan kita,” beber Politisi Gerindra tersebut.

Ia menjelaskan, Partai Gerindra merupakan partai yang menjunjung tinggi persatuan, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan Nasionalisme bukan partai yang akan inginkan merubah dasar negara. “Bukti Autentik kalau kita Bhineka Tunggal Ika, di Gerindra ada politisi Kristen, Budha, Hindu, jelas statment dia sangat Rasis bermuatan Sara. harusnya dia DPR RI apalagi ketua fraksi partai besar, harusnya mengayomi mempersatukan, bukan sebaliknya. harusnya dia dapat hukuman dari perkataannya itu yang sifatnya memecahbelah bangsa Indonesia,” tandasnya.

Dengan demikian, ia telah berkomunikasi dengan DPP Partai Gerindra agar segera melakukan tindakan tegas terkait statment Viktor, agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi dikemudian hari. (Dapot)