Disdikbud Kabupaten Mesuji Gelar Sosialisasi Program Full Day School

Iklan Semua Halaman

.

Disdikbud Kabupaten Mesuji Gelar Sosialisasi Program Full Day School

Sku Metropolitan
Rabu, 02 Agustus 2017
MESUJI, METRO - Dalam Rangka Menjelang penerapan Program Full Day School (Sekolah seharian penuh) tahun ajaran 2017/2018, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mesuji melakukan sosialisasi untuk penerapan nya, Selasa (25/07/2017).

Sosialisasi dilakukan sesuai perintah pernimdikbud no 23 tahun 2017, tentang hari-hari sekolah. Sosialisasi awal yang dilakukan Disdikbud kabupaten Mesuji, untuk di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang berlangsung di gedung SMP Negeri 1 simpang pematang, kecamatan simpang Pematang. Karna SMP Negeri 1 simpang pematang sebagai sekolah rujukan di kabupaten mesuji, yang nantinya  akan di jadikan sekolah percontohan Full day school. Dan untuk di tingkat Sekolah Dasar (SD), akan di lakukan di SD Negeri 1 margojadi kecamatan mesuji Timur.

Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Syamsudin  mengatakan, tujuan diadakannya sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada para wali murid dan Kepala sekolah bahwa pada tahun 2017/2018 intruksi Menteri tentang penerapan Full Day School dikabupaten Mesuji.

Dimana nantinya, sekolah akan dilaksanakan selama lima hari dalam seminggu yakni dari hari Senin hingga hari Jumat, dan jam sekolah diberlakukan sejak pukul 07.30-16.00 WIB. Di hari Sabtu serta Minggu itu adalah hari libur  anak-anak bersama Keluarga.

“Dalam Full Day School ini akan di titik beratkan dengan pendidikan karakter anak. Untuk itu diminta Kepala sekolah dari sekarang untuk mempersiapkan program-program. Sehingga saat penerapannya Full Day School di kababupaten Mesuji dapat berjalan.” Paparnya.

Untuk itu juga diminta kepada UPTD , komite, Kepala sekolah serta  Wali Murid dapat memberikan pemahaman agar anak membawa bekal dari rumah.”Karena dengan membawa bekal dari rumah, anak-anak dipastikan makanannya menjadi makanan sehat,”katanya.

“Selain itu agar anak tidak bosan belajar di sekolah, guru harus memiliki inovasi baru mulai dari Melodinya maupun Medianya. Tak hanya itu saja, anak juga harus menanamkan budi pekerti mulai dari melaksanakan upacara setiap hari Senin. Dan setiap masuk kelas anak harus berdoa terlebih dahulu dan kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya. Lalu guru juga harus menerapkan Gemar Membaca di Sekolah.
Dengan diterapkannya ini semua selain menanamkan sisi cinta tanah air kepada anak juga menanamkan keimanan,”ujarnya.

Full Day School ini, lanjut Syamsudin, sistem pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas saja, tetapi juga bisa dilaksanakan di luar kelas. Seperti halnya pelajaran Ekonomi, anak-anak bisa diajak ke Pasar untuk survei di pasar anak-anak bisa melihat bagaimana cara berjualan. Kemudian PPKN ada pelajaran Demokrasi tidak menutup kemungkinan anak-anak bisa dibawa ke DPRD untuk melihat DPRD itu seperti apa.


Begitu juga dengan pelajaran Agama Islam, anak-anak bisa di bawa ke masjid untuk belajar Sholat dan mengaji. ”Ini semua kita lakukan  anak-anak benar-benar praktek tidak hanya teoritis saja,” terangnya.(Fendi)