PERLINDUNGAN ANAK DIMULAI DARI KELUARGA

Iklan Semua Halaman

.

PERLINDUNGAN ANAK DIMULAI DARI KELUARGA

Sku Metropolitan
Rabu, 23 Agustus 2017

Tulungagung, Metro
Anak merupakan potensi dan penerus cita-cita perjuangan bangsa, sehingga diperlukan perlindungan dalam rangka menjamin pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental dan sosial secara utuh.

Peringatan Hari Anak Nasional Kabupaten Tulungagung tahun 2017 dimaksudkan menumbuhkan kepedulian, kesadaran dan peran aktif setiap individu, keluarga masyarakat dunia usaha, media dan Pemerintahan dalam menciptakan lingkungan yang berkualitas dalam membangun karakter anak melalui peninglatan pengasuhan dalam keluarga yang berkualitas.

Disamping itu anak merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa dan anak harus memiliki bekal keimanan, kepribadian, kecerdasan, ketrampilan, jiwa dan semangat kebangsaan serta kesegaran jasmani agar anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia Indonesia seutuhnya.
Kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 9 Agustus 2017 bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa, dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati beserta Ibu, Forkopimda, Kepala OPD lingkup Pemda, Lembaga terkait, dan sebanyak 900 anak terdiri dari TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA serta Mahasiswa.

Sambutan Ketua Panitia Peringatan hari Anak Nasional tahun 2017 Kabupaten Tulungagung Lilik Wibawati yang bertema “PERLINDUNGAN ANAK DIMULAI DARI KELUARGA” dengan pesan utama “SAYA ANAK INDONESIA, SAYA GEMBIRA”. Konsep utama yang harus diperhatikan adalah pola pengasuhan yang berkualitas yaitu dengan memenuhi semua hak anak dan membangun komunikasi yang baik antar anggota keluarga sehingga ketahanan dalam keluarga dapat terbentuk karena keluarga merupakan benteng utama ketahanan keluarga.

Sementara SYAHRI MULYO SE, M.Si Bupati Tulungagung dalam sambutannya Bangsa Indonesia mempunyai komitmen untuk memberikan jaminan terhadap hak-hak anak yang merupakan hak asasi manusia, antara lain hak untuk hidup, tumbuh, berkembang dan berprestasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan demi terwujudnya anak Indonesia yang cerdas, berkualitas dan berbudi luhur.

Anak merupakan aset bangsa yang harus dijaga dan dilindungi, diharapkan hak-haknya terpenuhi untuk mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi. Disamping itu agar menjadi SDM yang berkarakter kuat, unggul, berdaya saing sehingga akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria an cinta tanah air.


“Anak-anakku yang saya cintai dan saya banggakan, marilah mulai sekarang agar belajar yang baik dan benar. Dipundakmu kami menaruh harapan,cerahnya masa depan bangsa dan Negara ada padamu. Tidak lupa berbaktilah kepada kedua orang tua dan gurumu, sehingga kelak kamu jadi orang yang berguna bagi negaramu”. Kata Syahri Mulyo menutup sambutannya. (Sar/Jon)