Polisi Berhasil Sita Ribuan Butir Jenis Narkoba

Iklan Semua Halaman

.

Polisi Berhasil Sita Ribuan Butir Jenis Narkoba

Sku Metropolitan
Rabu, 09 Agustus 2017


SUBANG, METRO
Satuan Reserse Narkoba Polres Subang berhasil menyita ribuan butir jenis obat Farmasi dan/atau alat kesehatan yang tak memenuhi standar kasiat atau mutu persyaratan keamanan, karena diduga mengandung unsur Narkotika, dimanfaatkan dan/atau disalahguna kan oleh tersangka beri nisial YF (21 tahun) warga Jalancagak Subang. Menurut Kapolres Subang melalui Kasubag Humas Polres, AKP Udi Sahudi tersangka ditangkap di ke diamannya di Desa Bunihayu.

“Tersangka kami tangkap di rumahnya di Buniha yu Jalancagak pada tanggal 29 Juli lalu berikut barangbukti,” ungkap Kasubag Humas Polres Subang, AKP Udi Sahudi kepada METROPOLITAN, Senin (31/7/2017).

Seperti halnya,barang bukti yang disita dan/atau diamankan berupa tramadol 50 mg sebanyak 29 lembar dengan jumlah total 290 tablet, 3 (tiga) buah toples berwarna putih yang berlabel HEXY MER 2 mg dengan jumlah sebanyak 3 ribu butir yang disimpan dalam lemari baju miliknya.
“Pengakuan tersangka dirinya biasa mengkon sumsi obat tersebut,bahkan dirinya mengakui telah menjual obat tramadol kepada salah seo rang yang berinisial D sebanyak 2 butir dengan harga 10 ribu rupiah,” jelasnya lagi.

Menurut AKP Udi,tersangka diduga telah melaku kan penyalahgunaan sediaan farmasi Dengan se ngaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak meme nuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu.
“Kini semua barang bukti telah disita oleh petugas didapatkan dari seorang laki-laki yang bernama Al yang sekarang dalam status DPO (Daftar Pencari an Orang),” katanya.

Kemudian tersangka berikut barang bukti diaman kan di kantor Satuan Reserse Narkoba Mapolres Subang. Kasusnya kini tengah dilakukan pengem bangan lebih lanjut.

Kepada tersangka disangkakan tindak pidana de ngan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan famasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 jo pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009. (DS/ABH)