Rayakan HUT RI Ke-72 PT. PJB Adakan Kegiatan Penenaman Mangrove

Iklan Semua Halaman

.

Rayakan HUT RI Ke-72 PT. PJB Adakan Kegiatan Penenaman Mangrove

Sku Metropolitan
Kamis, 31 Agustus 2017

BEKASI, METRO
Melalui program Corporate Sosial Responsibility (CSR) PT. Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Unit Pembangkit (UP) Muara Tawar melakukan kegiatan menanam mangrove dan sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-72 ‘Kegiatan yang dilaksanakan melibatkan unsur dinas kelautan dan perikanan kabupaten Bekasi, kelompok usaha bersama (KUB) putra samudera Pantai Bakti, serta masyarakat kampung Bungin. pada, Rabu 23/8/2017.

Bibit yang ditanam sebanyak 5.000  mangrove jenis bakau (Rhizophora spp) di tanam di Pesisir Pantai Bungin, sebagai bentuk kepedulian yang berkesinambungan PT. PJB UP Muara Tawar terhadap pelestarian lingkungan pesisir di Kabupaten Bekasi.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Syareat A, Manager Pemeliharan didampingi Catur Budi Prasetyo Supervisior CSR dan Awang Asmoro Humas PT. PJB UP Muara Tawar.

“Ada sekitar 5.000 batang bibit mangrove jenis bakau (Rhizophora spp) yang kita tanam dan ini adalah program CSR PJB Muara Tawar, dan kita percayakan pemeliharaannya ke Kelompok WinduBakti yang ada di Desa Pantai Bakti, dan semoga bibit mangrove jenis bakau yang kita tanam dapat terjaga dengan baik, ” kata, Catur Budi Prasetyo saat dikonfirmasi.

Ditambahkan Catur, dirinya merasa bangga dapat bersinergi bersama masyarakat muaragembong dalam kegiatan ini, bersama-sama peduli kelestarian hutan mangrove untuk anak cucu nanti. Kami percaya bahwa konservasi keanekaragaman memungkinkan manusia untuk hidup berdampingan dan mendukung keberlanjutan dari ekosistem yang disediakan oleh alam, kata dia.

Di tempat yang sama, menurut Nasim (40), warga kampung Bungin mengatakan, wilayah Pesisir Muaragembong, khususnya kampung bungin memang dalam keberadaan ekosistem hutan bakau yang rusak parah dan diambang kekhawatiran abrasi yang terus berkelanjutan.

Lanjutnya, Hutan bakau dikenal sebagai “awal kehidupan” yang mana pohon itu mampu membawa keanekaragaman hayati dan membuatnya menjadi sumber ekonomi kerakyatan. Pohon bakau juga berfungsi sebagai pemecah ombak alami, selain untuk menyerap karbon dioksida dan dapat mengurangi polusi udara” tuturnya.“

Dengan seringnya kegiatan penanaman mangrove yang dilakukan oleh banyak perusahaan, mahasiswa, NGO dan komunitas lainnya di sepanjang pesisir muaragembong, kedepan akan berdampak positif pada lestarinya sabuk hijau pesisir di muaragembong “, jelasnya (Hidayat)