Ahli Waris “Dilecehkan” Aparat Desa, Warga Tutup Akses Jalan TPU

Iklan Semua Halaman

.

Ahli Waris “Dilecehkan” Aparat Desa, Warga Tutup Akses Jalan TPU

Sku Metropolitan
Sabtu, 30 September 2017

BEKASI METRO
Puluhan warga Kampung Pulo Daun, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi melakukan aksi protes dan menutup akses jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang baru- baru ini di bangun oleh pihak Developer, pasalnya akses jalan menuju TPU (Baru-red) tersebut disinyalir memakai lahan TPU lama yang menurut informasi, masih ada beberapa jenazah didalam lahan tersebut dan tanpa ada mufakat dengan warga sekitar diduga pihak Desa Suka Mekar sudah memberikan ijin terkait akses jalan tersebut.


Oding, Tokoh masyarakat setempat mengatakan bahwa, Tempat Pemakaman Umum (TPU) lama tersebut sudah digunakan sejak lama untuk pemakaman warga sekitar, kami menduga pihak Desa sudah memberikan ijin terkait pembangunan jalan menuju TPU baru tersebut ,akan tetapi warga tidak diajak bermusyawarah.

" Itu lahan TPU (lama-red) sudah bertahun-tahun kami gunakan untuk pemakaman, kalau memang mau digunakan pihak pengembang dan Desa harusnya mengajak warga dan ahli waris musyawarah. Kami merasa dilecehkan pihak Desa, kalau tidak ada ijin dari pihak Desa, pihak pemngembang tidak berani melaksanakan pembangunan, jelasnya 28/09/2017.

Ditambahkannya,  Tempat Pemakaman Umum lama diwilayah tersebut, yang akan dijadikan badan jalan menuju TPU baru kurang lebih sekitar 50 x 4meter, Puluhan warga kesal dengan adanya pemagaran TPU lama serta pencabutan papan nisan yang ada untuk dijadikan badan jalan.

Kober (Makam_red) lama ini sekitar 50 meter panjang nya dan lebar 4 meter mau dibikin badan jalan, menuju TPU yang baru, papan nisan udah ada yang dicabut bang, buat bikin jalan yang ke makam baru, gimana warga kami tidak kesal kalau begitu?,.Pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Namin, selaku ahli waris makam, dirinya merasa kecewa dengan pembangunan badan jalan yang menggunakan tanah makam warga. Kami tidak akan menyetujui pembangunan badan jalan di tanah makam. Kami akan menutup proyek pembangunan badan jalan tersebut."Iya ada keluarga saya yang makam disitu, tidak suka saya kalau kuburan keluarga saya di injak-injak, ini lagi makam kuburan orang tua saya yang pas di urug batu, Saya tidak akan setuju, kalau di buat badan jalan, yang ada akan saya rapihin makam orang tua saya dan akan saya tutup proyek ini" katanya kesal.

Papan Nisan yang ada dilokasi lahan untuk pembangunan akses jalan, terlihat dipindahkan dan disenderkan dibawah pohon dekat lokasi tersebut, dan puluhan warga Kp. Pulo Daun dan ahli waris makam sudah menandatangani surat penolakan pembuatan Badan Jalan tersebut, tambahnya. (Hidayat)