Baliho Dadakan Bermunculan, Estetika Terganggu

Iklan Semua Halaman

.

Baliho Dadakan Bermunculan, Estetika Terganggu

Sku Metropolitan
Sabtu, 02 September 2017
Bandung - Metro
Setiap hari,setiap saat warga yang tinggal diperkotaan sudah tidak aneh lagi dengan bahan promosian (iklan) manual maupun iklan digital (megatron) mempromosikan produk baru,hunian baru,ditambah iklan sosial.Dari sisi pendapatan (PAD) memang diuntungkan,walau masih banyak diantara baliho maupun reklame termasuk liar alias bodong,tidak melalui Dinas terkait dan juga penempatan yang tidak sedikit tidak sesuai aturan (asal berdiri).

Tiap tahun selalu ada baliho dadakan rutin,misalkan Januari-Mei dunia pendidikan swasta umumnya lebih dominan (SMP-SMA/SMK) hingga bulan Agustus untuk tingkat perguruan tinggi, Sama seperti promo dunia pendidikan  sebagian besar tidak sesuai aturan (estetika kota) ,jalan tikus/gang tidak luput dengan media promo sekolah, Lalu bagaimana dengan baliho dadakan lima tahunan ? termasuk dari kalangan atas (pemodal besar) papan reklame ataupun baliho besar didominasi oleh mereka sebagai pemimpin 5 tahunan dan wilayah (cakupan) yang luas butuh perjuangan untuk bagi mereka mereka yang belum tenar bahkan sam sekali tidak dikenal masyarakat kecuali saudara saudara mereka sendiri atau organisasi yang mereka tumpangi.

Menjajakan muka (wajah) gaya yang bervariasi seperti model, religius, akademik ditambah dengan kata kata visi misi yang menggiurkan terpampang disudut sudut kota,tidak berbeda dengan pengiklan lainnya yang katanya sebagai calon pemimpin,tetap saja tidak memperhatikan aturan yang ada.Seperti yang terlihat disudut-sudut Kota Bandung, Pertanyaannya kenapa jauh jauh hari sebelumnya mempromosikan diri lebih rasional seperti membuat amal atau sosial yang lebih sering, Padahal Kota Bandung beberapa tahun terakhir pemerintah kota memaksimalkan kerja mereka melalui Dinas terkait menjaga dan memelihara keindahan kota yang sudah berbuah hasil”Adipura”tiga kali berturut turut.

Ditemui dikantornya oleh Metropolitan beberapa hari yang lalu kepala bidang PPHD (Penegakan Produk Hukum Daerah) Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung ,Idris Kuswadi menjelaskan bahwa Satpol PP sudah banyak menyita dan menarik baliho baliho yang tidak menuruti aturan atau Perda (peraturan daerah) yaitu perda  No.4 tahun 2000.Termasuk spanduk dan baliho”Balon”pemimpin Kota Kembang ini, reklame insindentil ada kewenangannya di Distaru (Dinas Tata Ruang) tetapi intinya harus saling menjaga kebersihan dan keindahan Kota.

Dinas Taman (DPKP3) juga punya kewajiban termasuk Panwaslu,papar Idris, Lanjut Idris”Saat ini kan mereka yang pemodal besar butuh dipinang”(dipilih) banyak yang muncul di JPO, ada yang di Billboard, jadi wasdalnya ada di Distaru dan reklame seperti ini biasanya hanya stempel terdaftar dan tidak stempel pajak,papar Idris.

Sementara itu selama bulan Agustus 2017 Satpol PP Kota Bandung melaksanakan pembersihan di zona merah di beberapa titik seperti PKL didepan Griya Buah Batu sebanyak 34 PKL,didepan RS.Hasan Sadikin kurang lebih 50 PKL dan jalan Hassanudin. (Parlin)