Barang Bukti Narkoba Dimusnahkan Di Kota Bekasi

Iklan Semua Halaman

.

Barang Bukti Narkoba Dimusnahkan Di Kota Bekasi

Sku Metropolitan
Jumat, 22 September 2017


BEKASI, METRO
Pemerintah Kota Bekasi bekerja sama dengan Polres Metro Bekasi Kota dan Kejaksaan Negeri Kota Bekasi memusnahkan barang bukti narkoba yang di sitaan sepanjang tahun 2017 di lapangan plaza pemkot, kamis (14/9/2017) pagi.

Barang bukti yang di musnakan berupa, Ganja seberat 16.1 kg, sabu seberat 410,3 gram, ekstasi 221 butir, Miras sebanyak 3586 botol serta obat-obatan ilegal dan palsu seperti 237 boc dengan berbagai merk, 200 sachet zam zam, 32 plastik obat sakit gigin dan gusi dan pegel linu tulang dan ginseng, 20 blis stars bodrex extra, 15 tenteng binahong, 11 sari mahkota dewa.

Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu, mengatakan, pemusnahan barang bukti minuman keras dan narkoba menjadi bukti komitmen Pemkot Bekasi bersama Kejaksaan dan Polres Metro Bekasi Kota melakukan upaya-upaya meminimalisir peredaran minuman keras dan Narkoba di Kota Bekasi.
“Barang bukti yang di musnahkan sudah diproses di Kejaksaan dan Inkrah, mudah-mudahan ini bisa mengurangi penyebaran luas narkoba di masyarakat,” ucapnya.

“Semua barang bukti narkoba yang dimusnahkan dari hasil operasi di seluruh wilayah Kota Bekasi yang tersebar di 12 Kecamatan,” tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Teddy Hafni mengatakan, masa muda merupakan masa-masa pencarian jati diri maupun pembuktian untuk diterima dalam suatu lingkungan pergaulan, masa rawan di mana para pengedar akan mengejar dan berusaha menghancurkan generasi muda.

“Justru teman-teman harus berbangga bisa keren tanpa narkoba, temen-temen sudah bisa mendapat informasi bahaya penyalahgunaan narkoba untuk pembentengan diri, ketika masuk bangku kuliah teman-teman sudah mempunyai cara untuk menolak narkoba,” jelas Teddy.

Masa depan bangsa, lanjut Teddy, bergantung sepenuhnya pada upaya pembebasan kaum muda dari bahaya narkoba. Seharusnya pelajar senantiasa berpikir jernih untuk menghadapi globalisasi teknologi dan globalisasi yang berdampak langsung pada keluarga dan remaja penerus bangsa khususnya.

“Kita harus memerangi kesia-siaan yang diakibatkan oleh narkoba menjadi harapan setiap generasi muda,” pungkasnya. (PATIR)