Belum Setahun, Cor Beton Desa Waiheling Rusak Parah

Iklan Semua Halaman

.

Belum Setahun, Cor Beton Desa Waiheling Rusak Parah

Sku Metropolitan
Sabtu, 16 September 2017

Oku Metro
Realisasi Dana Desa tahun 2016 di Desa Waiheling kecamatan Lengkiti Oku Raya, salah satu kegiatannya adalah pembangunan jalan cor beton dengan panjang 338m lebar 3m dan tinggi 20cm. Proyek tersebut dikerjakan menggunakan anggaran Dana desa tahun 2016 sebesar Rp 298.714.000.
Proyek yang berusia belum setahun tersebut sudah rusak parah, diduga cor beton yang digunakan bermutu rendah. Selain itu, diduga terjadi pengurangan Volume dalam proyek tersebut yaitu tebal cor dari kiri, tengah dan kanan tidak rata.
Menurut Rangga Tanakan, Ketua dari LSM Jembatan Informasi Rakyat (LSM Jemari), mengatakan"hasil dari tim investigasi kami di lapangan menemukan bahwa jalan cor beton tersebut sudah rusak parah serta ketebalan cor beton tersebut yang semestinya 20cm itu hanya di bagian sisi kiri dan kanan nya saja, sedangkan di bagian tengah cor beton tersebut hanya sekitar 5-10cm saja”.
Rangga menambahakan, kerusakan jalan tersebut diakibatkan tebal cor yang tidak rata sesuai spek dan juga kualitas cor yang baik. “setelah dilalui mobil jalan tersebut amblas dan rusak parah”. Proyek jalan tersebut terkesan asal jadi dan mubajir karena tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya. Dengan biaya yang besar dari Dana Desa seharusnya kualitas jalan tersebut bisa lebih baik, ujar Rangga.
Dijelaskan Rangga, LSM Jemari secara lembaga sudah mengirim surat untuk meminta Klarifikasi yang ditujukan ke Kepala Desa Waiheling sebagai penanggungjawab Dana Desa, namun tidak tanggapan.
Saat LSM Jemari menghubungi lewat telepon Kepala Desa Waiheling mengatakan “saya akan bertanggungjawab akan kerusakan jalan tersebut, karena jalan tersebut rusak akibat dilewati mobil mengangkut material unutk pembuatan cor beton yang baru”, tegasnya. Saat dipertanyakan mengenai anggaran yang digunakan untuk perbaikan jalan tersebut dan pengunna anggaran yang diduga tidak sesuai bestek, sang Kepala Desa tidak bisa menjawab.
Rangga menegaskan LSM yang dipimpinya akan terus menindaklanjuti permasalahan tersebut dan mengawasi pembangunan yang ada diwilayahnya. “LSM Jemari akan melaporkan ke penegak hukum sebagai benruk pengawasan.
METROPOLITAN yang mencoba menghubungi Kepala Desa Waiheling lewat telepon tidak menjawab. Saat mau ditemui, sang kepala desa tidak pernah ketemu. Dengan penggunaan Dana Desa yang diduga tidak sesuai Kepala Desa Waiheling kerap “menghilang”. Temuan METROPOLITAN dilapangan, kondisi jalan sudah rusak parah, dilewati mobil kecil/pribadi sudah susah. Ketebalan coran dipinggir dan di tengan tidak sama, diduga perbedaan tersebut mempengaruhi kualitas jalan yang sudah rusak meski belum setahun. (Bambang)