Cara Pemkab Trenggalek Atasi Kekeringan

Iklan Semua Halaman

.

Cara Pemkab Trenggalek Atasi Kekeringan

Sku Metropolitan
Rabu, 20 September 2017


Trenggalek, Metro
Pemkab Trenggalek mengaku kesulitan untuk mengatasi bencana kekeringan yang terjadi di Dusun Selorejo, Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh. Solusi satu-satunya untuk membantu warga hanya distribusi bantuan air bersih. "Di RT 43 Dusun Selorejo itu ada 63 KK (kepala keluarga) terdampak kekeringan, maka tidak mungkin akan dibangun waduk, jangankan itu, embung saja tidak mungkin. Yang kedua kondisi di gunung itu saat ini memang tidak ada air," Kata Bupati Trenggalek Emil Elestianto, Selasa (12/9/2017).

Menurutnya, kawasan Dusun Selorejo juga tidak memungkinkan untuk dijangkau menggunakan program perpipaan, karena jarak antara mata air dengan kawasan penduduk cukup jauh dan berada di atas pegunungan. "Makanya saat ini kami fokus untuk bagaimana mendistribusikan (bantuan air), ada yang bilang kok cuma sekali sehari, salah, itu bisa sampai tiga atau empat rit per hari. Kami harap juga warga berdoa agar kekeringan tidak meluas, karena kalau meluas kapasitas pemerintah akan terbagi," ujarnya.

Namun Emil mengaku, untuk sejumlah daerah rawan kekeringan lain yang lokasinya tidak terlalu sulit, pemerintah daerah bersama BPBD Provinsi Jawa Timur serta instansi terkait telah membuat sumur bor, agar bisa digunakan sebagai sumber air warga. "Selain itu kami juga ada program perpipaan, kemudian ada rencana pembuatan embung di Bendungan dan Kecamatan Dongko juga ada. Ini adalah langkah-langkah kami yang terstruktur," imbuh suami Arumi Bachsin ini.

Lebih lanjut orang nomor satu di Pemkab Trenggalek ini menjelaskan, pada beberapa tahun terakhir pemerintah daerah serta berbagai instansi telah melakukan penanaman pohon di sejumah wilayah. Diharapkan kegiatan tersebut akan memberikan dampak positif untuk menjaga ekosistem air dalam jangka menengah dan panjang. "Ini memang hasilnya tidak instan, membutuhkan proses yang panjang, mudah-mudahan ini akan memperbaiki keandalan air," katanya.

Dari data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan sebanyak 75 desa yang tersebar di 13 kecamatan.

Dari jumlah tesebut saat ini baru tiga desa yang mengalami krisis air, diantaranya Dusun Selorejo, Desa Mlinjon serta Desa Suruh, Kecamatan Suruh dan Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan. (Sar/Jon)