Dana PUAP Tercium “Penyelewengan”

Iklan Semua Halaman

.

Dana PUAP Tercium “Penyelewengan”

Sku Metropolitan
Kamis, 21 September 2017
PRINGSEWU, METRO
Dana Pengembangan Usaha Agrobisnis Perdesaan(PUAP) Rp.100.000.000, juta tahun anggaran 2011 yang di kucurkan dari APBN ke Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Mulya Jaya, pekon fajar mulya, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu kini tercium aroma "penyelewengan" oleh oknum pengurus GAPOKTAN.

Sumber METRO menuturkan, nama Gunawan salah satu anggota poktan Tani Mulya dusun 1, tidak mengambil dana, anehnya di dalam Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) tahun 2012 tertera nama, Gunawan, telah memakai (mengambil) uang dari bagian tersebut sebesar Rp.500.000, diduga Ketua dan bendahara GAPOKTAN telah melakukan menipulasi data," ujarnya.

M.Azir, bendahara GAPOKTAN Mulya Jaya, ketika dikonfirmasi menuturkan, "untuk LPJ cuma ada pada tahun 2012 saja, kalau LPJ tahun 2013-2016 itu tidak ada. Bagaimana mau dibuatkan LPJ sedangkan pengembangan dana PUAP sampai sekarang tidak berjalan, karena banyak macet dari anggota-anggota POKTAN. Beberapa anggota poktan sudah ada yang mengembalikan uang kepada ketua GAPOKTAN nya, tapi sampai sekarang belum ada laporan kepada saya selaku bendahara GAPOKTAN,"ujarnya.

Dia menambahkan, Dana PUAP sebesar Rp.100 juta yang kami terima di tahun 2011, itu sampai sekarang tidak ada laporan dari masing-masing POKTAN, secara tidak langsung semuanya itu di tanggani oleh ketua GAPOKTAN nya. Seingat saya dulu hanya dirapatkan satu kali pada waktu merealisasikan dana tersebut, setelah itu tidak pernah di rapatkan lagi. Sedangkan untuk sekretaris    GAPOKTAN sudah lama mengundurkan diri, memang saya mau konsultasikan kepada Lurah tapi saya masih nunggu imformasi dari ketua GAPOKTAN nya, kalau tidak di rombak ulang pada struktural pengurus GAPOKTAN ini pasti akan pakum selamanya "tamabahnya.

Ketua GAPOKTAN Mulya Jaya, Jarwo, mengakui menerima dana PUAP Rp.100.000.000, tahun 2011. Dana tersebut sudah kami realisasikan kepada seluruh POKTAN yang masing-masing membawahi anggota kelompok tani, dengan rincian, mamasing-masing anggota kelompok menerima uang sebesar Rp.500.000/orang, namun sekarang masih pada macet uangnya. Uang Rp.100.000.000, itu tidak habis dibagikan. Karena di dalam rekening GAPOKTAN Mulya Jaya masih ada sisa sebesar Rp.28.000.000 lagi," kata Jarwo.(Ahmad Abdullah)