KPU TARGETKAN 75 PERSEN PARTISIPAN PILGUB JABAR

Iklan Semua Halaman

.

KPU TARGETKAN 75 PERSEN PARTISIPAN PILGUB JABAR

Sku Metropolitan
Rabu, 27 September 2017
Bekasi, Metro
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat mentargetkan 75 persen untuk angka partisipasi pemilih pada pemilihan gubernur (Pilgub) di Kabupaten Bekasi tahun 2018.     "Target itu memang cukup besar, dikarenakan jumlah penduduk secara keseluruhan lebih memungkinkan Kabupaten Bekasi mencapai angka segitu," kata Ketua KPU Jawa Barat, Yayat Hidayat di Kabupaten Bekasi.
Menurut dia dalam hal ini KPU bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi bekerjasama guna memanfaatkan rumah pintar pemilu (RPP). Hal ini dilakukan guna memberikan pengetahuan kepada masyarakat khususnya remaja atau yang belum mengetahui tentang politik pemerintahan. Pasalnya, ada sedikit perbedaan secara aturan dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga diharapkan agar dengan adanya RPP dapat lebih bermanfaat.
Selain itu juga menghindarkan kepada pendukung dari partai untuk melakukan permainan-permainan kotor guna memenangkan atau meningkatkan angka pemilihan. Ia menambahkan dalam hal ini optimis bahwa Kabupaten Bekasi daoat menembus angka 75 persen.
Ini dikarenakan, Kabupaten Bekasi memiliki masyarakat yang majemuk dan beragam dengan pengetahuan tentang politik pemerintahan. Selain itu, daerah setempar baik masyarakat golongan bawah maupun atasnya juga sudah memahami tentang gerakan politik pemerintahan.  "Apalagi bakal calon gubernur kemungkinan mereka (masyarakat) yang lebih paham daripada kami (KPU) atau media massa," katanya.
Dan itu dikarenakan kecepatan sistem informasi yang ada jauh lebih berkembang ditengah-tengah masyarakat sekitar dalam perpolitikan Indonesia.
Lanjut Yayat menjelaskan dalam hal ini dengan angja pemilih 75 persen maka kemungkinan terjadinya absten (tidak memilih) cukup kecil. Dikarenakan dari data dan informasi yang akurat 25 perseb penduduk Kabupaten Bekasi memilih untuk bekerja baik di perusahaan sekitar maupun luar daerah. Dan dengan adanya Rumah Pintar Pemilu (RPP) memiliki tujuan agar masyarakat lebih memanfaatkan untuk mengenal berbagai hal tentang pemilihan umum tersebut. Dikarenakan ada beberapa aturan yang nantinya mempunyai kecenderungan adanya pelanggaran dan dapat terjadi pada  pemenangan. (Simon)