MILANGKALA DESA LELES BERLANGSUNG MERIAH

Iklan Semua Halaman

.

MILANGKALA DESA LELES BERLANGSUNG MERIAH

Sku Metropolitan
Sabtu, 16 September 2017

SUBANG METRO.
Milangkala (ruwatan bumi) ke 212 Desa Leles Kecamatan Sagalaherang sekaligus acara penutupan Diklat PIM dari Propinsi Maluku, Papua dan NTB pada hari Kamis (14/09) bertempat di Kantor Desa Leles. Dalam penyambutan tamu Diklat PIM tersebut dimeriahkan oleh kesenian sisingaan sekaligus  di arak naik sisingaan.

Kepala Desa Leles, Ade Kusyana saat di mintai tanggapannya seputar acara tersebut mengatakan, Milangkala Desa ke 212 sekaligus acara penutupan Diklat PIM dari Propinsi Papua, Maluku dan NTB serta acara untuk Diklat PIM ini di dua desa yaitu Desa leles dan Desa Dayeuhkolot Kecamatan Sagalaherang. Diklat tersebut dihadiri peserta sebayak 12 orang.

Sementara untuk acara Milangkala Desa yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkokoh ke gotong royongan di masyarakat. terlaksananya acara ini semuanya andil dari masyarakat itu sendiri dan saya (Ade- Red) berharap yang tadinya Kekompakan masyarakat sangat kuat dan kedepannya kekompakan tersebut harus di pertahankan.

Salah seorang tokoh masyarakat, Sugandi, SPd.MMPd. mengatakan ruwatan bumi (milangkala) tersebut adalah sebagai alat mempersatu untuk menjalin silaturahmi antar warga yang utuh dan menjaga persatuan dan kekompakan. Selain itu  juga untuk mengingat tata cara budaya leluhur kita. Bahasa ruwatan murni antara budaya dan agama sementara manfaatnya itu luar biasa, untuk mempersatukan warga melalui kegiatan tersebut. Serta untuk menghargai para leluhur kita yang pertama kali menjadikan kampung leles. Biasanya Kegiatan ruwatan tersebut di bagi dua yaitu untuk awal tahun di laksanakan di kampung ciherang pasir kihiyang sedangkan untuk tutup tahun di laksanakan di kampung leles. Sementara ciri khas orang leles gotong royongnya sangat kuat dan memiliki kebersamaan. Tujuan kegiatan tersebut untuk menjalin tali silaturahmi dan memperkuat ke gotong royongannya.

Salah seorang peserta Diklat PIM dari Kabupaten Maluku Utara Suwarno Tongotongo memaparkan pihaknya mengapresiasi acara tersebut dan antusiasnya warga masyarakat Desa Leles dan kami datang melaksanakan Diklat PIM di Kabupaten Subang dan di tempatkan di Desa Leles. Menurut informasi yang kami dapat bahwa desa tersebut adalah desa tertinggal, namun pada kenyataannya setelah kami tiba di desa ini semua informasi yang kami terima tidak benar, memang di Desa Leles ini ada kelebihannya dan ada kekurangannya. Salah satu kekurangannya di Desa Leles mengenai air bersih dan mengenai hal teraebut kami akan bertemu dengan bupati pada hari jum'at ( 15/09) untuk membahasnya.

Acara tersebut di hadiri oleh Camat Sagalaherang dan juga jajarannya, tokoh masyarakat di Desa Leles dan juga masyarakat. (SUNARDI / ABH )