PAM Swasta Catut PDAM Tirta Baghasasi?

Iklan Semua Halaman

.

PAM Swasta Catut PDAM Tirta Baghasasi?

Sku Metropolitan
Jumat, 22 September 2017
BEKASI, METRO.
Untuk memperlancar proyek pemasangan pipa air minum, PT Bintang Tirta Sejahtera, diduga mencatut nama Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Baghasasi. Proyek pemasangan Pipa air minum mulai dari Perumahan Puri Nirwala hingga Perumahan Taman Wanasasi Indah (TWI), Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Abdul, Humas PT Bintang Tirta Sejahtera ketika dikonfirmasi mengatakan, kami bukan mencatut nama PDAM Tirta Baghasasi, karyawa penggali pia tersebut Bekasi pekerja PDAM, plang yang digunakan disaat mengerjakan proyek PDAM Tirta Baghasasi, pekerja terebut mengambilnya dan memasangnya di proyek yang kami kerjakan. Kami telah menganjurkan agar memasang plang yang kami miliki, tetapi pekerja tidak menyanggka bahwa pemasangan plang milik PDAM menjadi sorotan masyarakyat, katanya.

Ketiak ditanya tentang perizinan proyek galian, Abdul, menjelaskan, ‘kalau masalah izi bukan urusan PT Bintang Tirta Sejahtera, melainkan urusan PT Amarta Sejahtera,  kami hanya pelaksana pemasangan pipa dari Perumahan Nawala ke Perumahan Taman Wanasari Indah (TWI), kelurahan Wanasasri” jelasnya.

Kasubag Humas, Fauzi mengatakan, pihaknya hingga saat ini tidak ada hubungan kerjasama secara hukum dengan PT. BTS.

Tetapi jika sebatas pembelian air curah pihaknya mengakui. Sedangkan tentang kerjasama lain seperti galian, atau yang lainnya tidak ada. “Kami (PDAM Tirta Bhagasasi-red) tidak ada hubungan secara hukum dengan BTS, cuma sebatas pasokan air curah, untuk kerjasama yang lain tidak ada dan untuk izin galian itu kewajiban pihak PT. BTS,” tuturnya.

Pihaknya, sebagai Perusahaan Air Minum Daerah akan menegur pihak BTS karena menggunakan nama PDAM Tirta Bhagasasi. “Dia pakai atas nama PDAM Tirta Bagasasi kami akan tegur, karena tidak ada ikatan kerjasama,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Cibitung Hasan Basri yang didampingi Kasi Ekbang Gunawan, mengatakan, dirinya sudah memanggil pihak PT BTS untuk menunjukkan semua perizinan yang ada tapi ketika menghadap tidak bisa menunjukkan semua perizinannya. “Mereka (PT.BTS-red) kami minta menunjukan semua perizinan yang ada tapi tidak ada maka sebelum perizinan di tempuh kegiatan akan kami stop,” katanya.

Sementara itu, Ketua LSM Gema Rakyat Anti Korupsi (Grasi), Malau, ketika diminta tanggapannya tentang galian proyek pemasangan pipa tanpa dilengkapi izin, menuturkan,  terjadinya proyek pemasangan pipa tanpa dilengkapi perizinan menunjukkan kurangnya pengawasan dari pemerintah setempat. Apakah pihak Kecamatan berani melakukan pembongkarang pipa yang sudah terpasasng? Kalau hanya sekedar teguran, tidak balak membuat pengusaha jera, dana akan melakukan pekerjaan yang sama di tempat lain. (Ely)