Pembangunan Mega Proyek Bendungan Tugu Di Trenggalek Terancam Molor

Iklan Semua Halaman

.

Pembangunan Mega Proyek Bendungan Tugu Di Trenggalek Terancam Molor

Sku Metropolitan
Sabtu, 30 September 2017


Tulungagung, Metro
Pembangunan Bendungan di Desa Nglinggis Kecamatan Tugu Trenggalek terancam molor hingga tahun 2019, dalam perencanaanya Bendungan tersebut selesai pada tahun 2017 ini dan berfungsi pada awal tahun 2018, namun karena terkendala pembebasan lahan yang belum kelar sampai saat ini dan terkendala teknis lainnya maka pusat Bendungan Direkorat SDA Kementrian PUPR merevisi hingga tahun 2019.

Molornya pembangunan Mega proyek waduk Nglinggis juga berimbas ke soal anggaran yang membengkak hingga 100% lebih yang semula di proyeksi Rp. 619 Miliar menjadi Rp. 1,2 Triliun lebih.

Selain itu, belum adanya kejelasan mengenai berkas pinjam pakai kawasan hutan yang terkena dampak pembangunan. Juga, berkas itu masih di pegang Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH). Padahal, jawaban dari Kementrian sangat dibutuhkan untuk meneruskan kelangsungan mega proyek yang di danai pemerintah pusat tersebut.

Wakil Administrator Perhutani BKPH Trenggalek Andy Iswindarto menyatakan, secara persyaratan, lahan hutan yang di pinjam pakai untuk pembangunan Bendungan Tugu memang mencukupi. Hanya, semuanya sudah diserahkan dan masih di pegang Kementrian LH dan Kehutanan. “sebenarnya, saat ini kami sedang menunggu jawaban dari pusat.” Jelasnya.

Menurut Andy, meskipun pengukuran di lakukan sejak jauh-jauh hari dan tidak ada kendala. Sebenarnya ada masalah baru yang muncul. Yakni, mengenai pengambilan batu di dalam area hutan lindung. Mengingat, hanya batu di area itu yang memenuhi persyaratan untuk membangun badan bendungan sementara itu, batu yang ada di lahan pemajakan tidak bisa memenuhi spesifikasi yang di inginkan.” Kata Andy.

Sementara itu, ketika di singgung kapan turunnya jawaban dari Kementrian, dia belum bisa memastikan. karena itu, kata Andy, pihaknya lebih memilih menunggu perkembangan yang ada. Namun demikian, dia memastikan bahwa saat ini pembangunan belum menyentuh area hutan lindung. “kami menunggu hal tersebut’. Pangkasnya (Sar/Jon/JP)