Polisi, Dinkes Dan Badan POM Sidak Toko Obat dan Apotik

Iklan Semua Halaman

.

Polisi, Dinkes Dan Badan POM Sidak Toko Obat dan Apotik

Sku Metropolitan
Selasa, 19 September 2017

Polres Metro Bekasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Propinsi Jawa Barat lakukan inspeksi mendadak (sidak) pada toko obat dan apotek. "Dalam inspeksi mendadak ini menyisir diwilayah Cikarang Utara dan Cikarang Kota," kata Kepala Satuan Reserse Narkoba, AKP Ahmad Fanani kepada awak media usai melakukan sidak, Senin (18/9).

Untuk lokasi sidak pertama pada Apotek Evita, Jalan Industri nomor 17, Kampung Kongsi RT 02/04 Cikarang Kota, petugas mengamankan berbagai jenis obat-obatan yang telah kadaluarsa dan telah dicabut izin edarnya. "Selain itu,  Apotek Evita tidak mengantongi izin yang sah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku mengenai kesehatan.

Kemudian tempat yang kedua di Toko Obat Cung-u, Jalan Ki Hajar Dewantara Nomor 110 Cikarang Utara disita ribuan jenis obat kimia dan herbal yang telah dikemas dengan plastik dan botol.

"Disini kami (polisi -red) pasang garis police line, pasalnya toko ini (chung-u) tidak sesuai dengan izin usaha. Dalam izin tersebut hanya tertera "Toko Obat" namun pada kenyataanya menjual berbagai macam obat yang seharusnya dibawah naungan dokter maupun apoteker," ucapnya.

Menurutnya, dalam razia ini terdapat sebagian kecil terdapat kandungan obat terlarang, namun belum didapati obat PCC. "Barang bukti kami (polisi-red) bawa sebagai proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut," ujarnya.

Dirinyapun akan menindak tegas semua pelaku pengusaha obat yang nakal, supaya tidak merugikan masyakat awam.


Sementara itu, Staff Pemeriksaan dan Pengawasan pada Badan Pengawasan Obat dan Makanan Bandung, Rani mengatakan untuk pemesanan obat pada usaha Apotek harus dilakukan oleh apoteker yang mempunyai Surat Izin Praktek Apoteker (SIPA) dan masih berlaku. "Selain itu, dalam pembelian obat pun harus dilengkapi dengan dokumen-dokumen adminiatrasi yang lengkap dan di tempat Pedagang Besar Farmasi (PBF)," ucapnya. (Acep)