Baru Setahun Dicor Proyek Peningkatan Jalan Rusak Parah

Iklan Semua Halaman

.

Baru Setahun Dicor Proyek Peningkatan Jalan Rusak Parah

Sku Metropolitan
Sabtu, 14 Oktober 2017

Oku Metro
Semenisasi jalan lingkungan merupakan program prioritas Bupati Ogan Komiring Ulu (OKU). Namun tidak didukung Dinas yang membidangi peoyek tersebut, karena pengecoran jalan yang baru satu tahun dilaksanakan tidak bertahan lama alias sudah rusak.

Seperti yang terjadi di jalan lingkar Blok D,E  Tanjung Sari Desa Lekis Rejo Kecamatan Lubuk Raja. Biaya pembangunan jalan tersebut bersumber dari dana Anggaran Pendapat belanja Daerah (APBD) kabupaten  OKU tahun anggaran 2016, seniali Rp 1.000.000.000,.

Pelaksana kegiatan adalah CV Gunten Rizky, meski baru berusia satu tahun, kondisi cor jalan sudah rusak parah. Sangat terlihat jelas, selain berbatu, jalan juga berlubang, bahan meterial sudah terkelupas. Dengan kondisi seperti itu, warga yang melintas harus waspada. Terutama yang menggunakan roda dua.

Masalah kualitas bahan material yang digunakan menjadi pertanyaan warga. Warga sekitar sangat menyayangkan jalan yang seharusnya bisa bertahan lama, justru cepat rusak.
“Ya, kita tidak tahu masalahnya apa sehingga cepat hancur. Yang jelas warga heran. Karena jalan lain yang usianya sama tetap baik. Di tempat kami saja cepat sekali rusak,” ucap warga sekitar.
Warga yang setiap hari lalu lalang di jalan, harus bersusah payah menghindari titik yang rusak agar terhindar dari bahaya. Kondisi jalan seperti ini akan semakin parah jika terjadi hujan, karena bahan meterialnya terbawa arus air.

Menurutnya,  "kami sangat kecewa sekali dengan pembangunan jalan ini ,karena belum lama selesai di kerjakan sudah rusak seperti yang kita lihat sekarang ini. Kalau  di lewati di musim kemarau, banyak debu, mutu bahan cor sangat jelek atau tidak berkwalitas, mengakibatkan hasil kerjannya tidak bertahan lama.

Kami menduga Pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga kabupaten OKU tidak melakukan pengawasan saat proyek pembangunan sedang berlangsung. Kalau Dinas dan konsultan melakukan pengawasan mutu pembangunan tidak seperti ini. Sebagai pengguna jalan kami sangat kecewa, kami mengharapkan penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan harus segera melakukan pemeriksaan terhadap pelaksana pembangunan dan pengguna anggaran.

Kalau pembangunan jalan dilakukaan dengan cara Cor, minimal lima tahun bisa bertahan, tetapi kalau hanya satu tahun sangat disayangkan. Padahal Bupati sudah berupaya untuk melaksanakan pembangunan jalan dengan cara semenisasi agar dapat bertahan lama. Tetapi program bupati tidak didukung oleh bawahannya. Kami mensiyalir, pengguna anggaran, dalam hal ini Dinas PU BM bersama sama dengan Kontraktor sebagai pelaksana pembangunan mengambil keuntungan pribadi untuk memperkaya diri sendiri dari hasil proyek tersebut.   

Beberapa proyek APBD  tahun anggaran 2017, banyak yang nilainya miliaran bahkan ada yang nilainya di atas 15 miliar lebih. Sangat di butuhkan pengawasan yang cukup extra dari para penegak hukum dan masyarakat. Apabila penegak hukum mau bertindak pelaku korupsi akan berkurang, jelasnya.


Sementara itu Kepala Dinas PU BM Ir Hilman MM ketika mau dikonfirmasi tidak berada  tempat. Sekretaris Dina PU BM H. Yuni Marzah, ST MM ketika dikonfirmasi melalui WhatsAap, tidak menjawab bahkan mematikan telepon selulernya. Hingga berita ini dibuat, pihak Dinas PU BM belum bisa dimintai tanggapanya. (Bambang)