Dedy Soeryadi: SMA N 7 Tamsel Kekurangan Ruang Kelas dan Guru

Iklan Semua Halaman

.

Dedy Soeryadi: SMA N 7 Tamsel Kekurangan Ruang Kelas dan Guru

Sku Metropolitan
Senin, 16 Oktober 2017

Bekasi, Metro
Guna menjadikan SMA Negeri 7 Tambun Selatan sebagai sekolah yang berstandar di Kabupaten Bekasi, pihak sekolah berharap agar pemerintah segera melakukan penambahan ruang belajar dan penempatan guru.

Kepala SMA N 7 Tambun selatan, Dedy Soeryadi, saat dikonfirmasi Metro, mengatakan, guna meningkatkan antusias orang siswa menyekolahkan anaknya di SMAN 7, pihak sekolah berharap agar pemerintah daerah dapat melakukan pembenahan yang meliputi ruang belajar, sarana dan prasarana, serta penambahan guru.

“Seharusnya uantuk neningkatkan pendidikan kita mulai lakukan pemebenahan terlebih dahulu, sala satunya yaitu, menejemen, guru, sarana-prasarana, pembiayaan dan lain-lainnya,” ungkapnya.
Kata dia, penambahan ruang belajar dan penambahan guru menjadi prioritas di SMAN 7, pasalnya ruang belajar hanya berjumlah empat (4) ruangan. Saat ini jumlah Rombongan belajar (Rombel) kelas X 10 rombel, kelas XI, 9 Rombel dan kelas XII 5 Rombel, Jika ruang belajar telah mencapai 18 kelas maka dapat dikatakan salah satu sekolah berstandar.

Menurut Dedy, jumlah guru enam puluh empat (64) orang, semuanya masih honor, hanya saya yang sudah Pegawai Negeri Sipil (PNS). Di sisi lain, antusias masyarakat cukup tinggi dalam menyekolahkan anaknya membuat jumlah peserta didik membeludak. Jumlah siswa SMA Negeri 7, seribu empat belas (1014), padahal ruangan belajar hanya empat ruangan.

 Pemerhati pendidikan, Drs tigor TP ketiak diminta tanggapanya tentang sekolah kekurang ruanga belajar menuturkan, Kondisi demikian perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa barat. dimana saat ini kewenangan pengelolaan SMA SMK sederajat beralih dari Kabupaten ke Pemerintah Provinsi.

Dengan jauhnya rentang kendali tersebut diharapkan adanya proaktif dari pemerintah Provinsi untuk menindaklanjuti kebutuhan kebutuhan dasar di SMA ataupun SMK di Kabupaten Bekasi.
   
Dimana pascamenjadi daerah otonom, Kabupaten Bekasi sangat serius dalam program pendidikan gratis mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga SMA sederajat.
   
Ia melanjutkan, dengan kondisi kekurangan tenaga pengajar serta ruang belajar diharapkan tidak menjadi pemicu menurunnya semangat para orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SMA negeri 7 Tambun Selatan. "Perlu perhatian segera jangan sampai dikemudian hari ada pelajar yang tidak dapat belajar karena belum ada ruang belajar dan tidak ada tenaga guru," harapnya.

Ia menjelaskan, sebelum beralih kewenangan dari kabupaten ke provinsi, operasional SMA sederajat di Kabupaten bekasi seluruhnya dibebankan ke APBD Kabupaten Bekasi mulai dari biaya operasional pendidikan tunjangan serta lainnya.
   
Pengamatan wartawan SKU METROPOLITAN di lapangan, satu ruangan belajar disekat enjaadi dua ruangan, hal itu dilakukan untuk memenuhi ruangan belajar. Selain menyekat ruangan, terempat ruangan belajar yang terses sekolah juga dijadikan ruangan belajar.

Kondisi tersebut sangat memprihatinkan, karena siswa harus berhempitan mengkuti pelajaran. Kalau hal seperti ini terus dibiarkan, maka siswa tidak bisa konsentrasi mengikuti pelajaran. (Yosua)