Dewan akan Kawal Kasus Pembuangan Limbah di Bendungan Barugbug

Iklan Semua Halaman

.

Dewan akan Kawal Kasus Pembuangan Limbah di Bendungan Barugbug

Sku Metropolitan
Kamis, 05 Oktober 2017
Ketua Komisi C DPRD Karawang Elievia Khrissiana
Karawang - METRO
Komisi C DPRD Karawang terus melakukan pengawalan terhadap kasus pencemaran bendungan barugbug. Untuk mengetahui secara pasti perusahaan mana yang melakukan pencemaran terhadap bendungan yang hilirnya ke Karawang, mereka melakukan kunjungan kerja ke Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta.

Kami berkunjung ke Dinas Lh Purwakarta, untuk mendapatkan info yang valid soal pencemaran bendungan barugbug," kata Ketua Komisi C DPRD Karawang Elievia Khrissiana, kepada Watawan ,Sabtu (23/9).Menurutnya, berdasarkan aduan dari warga Jatisari, pencemaran itu diduga berasal dari perusahaan yang ada di Purwakarta dan Subang, oleh karenanya, dia bersama rombongan melakukan kunjungan ke Dinas LH Purwakarta. Adapun hasil dari kunjungan tersebut  pihak Dinas LH Purwakarta tidak menemukan bukti kuat bahwa perusahaan yang ada diwilayahnya telah mencemari bendungan barugbug. "Hasil uji lab Dinas LH Purwakarta pada 2016, sungai itu (Ciherang), tidak tercemar," katanya.

Meski demikian, pihakya tidak langsung memercayai hasil lab dari pihak Dinas LH Purwakarta, oleh karenanya dia meminta agar Dinas LH Purwakarta berkoordinasi dengan Dinas LH Karawang dan Subang untuk kembali mengambil sampel air yang mengalir ke Bendungan Barugbug, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawag. "Karena yang dirugikan warga Karawang," tegasnya.Atas permintaan Komisi C DPRD Karawang, dia mengaku pihak Dinas LH Purwakarta bersedia untuk turun tangan. Meski demikian, Dinas LH Purwakarta meminta agar semuanya diurus sesuai prosedural. Karena akan melibatkan tiga Dinas Lingkungan hidup di tiga Kabupaten, maka Dinas LH Provinsi yang harus mengkoordinirnya. "Nanti kami juga akan datang ke LH Provinsi, tapi, karena kemarinkan pihak Kementerian juga sudah turun, maka kami juga menunggu bagaimana hasilnya," ujarnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, ada perbedaan yang sangat signifikan secara kasat mata jika melihat kondisi air bandungan barugbug pada tahun 2016 dengan tahun sekarang. Karena kondisi airnya saat ini ternyata lebih hitam jika dibandingkan tahun lalu. "Mungkin saja waktu 2016 belum tercemar, tapi sekarang jelas tercemarkan. Hasil dari lab LH Karawang juga," bebernya.

Oleh karenanya dia berkomitmen untuk terus mengawal kasus pencemaran bendungan barugbug tersebut, sehingga apapun perkembangan dan hasilnya pihaknya akan selalu ada, penegak hukum harus benar-benar mengadili para pelaku pencemar lingkungan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. "Pencemar lingkungan itu merupakan perbuatan jahat yang sanksinya adalah pidana. Apalagi sekarang LH Kabupaten sudah membuka LP Polisi ," ujarnya.


Sementara kondisi warga Barugbug dan Situdam yang tidak jauh dari aliran irigasi yang tercemar itu saat ini harus selalu menjaga kesehatan mereka dengan baik. Karena udara disekitar bendungan dan sepanjang irigasi juga tercium bau kimia. Oleh karenanya, untuk menjaga kesehatan warga, pihak Dinas Kesehatan sudah mengintruksikan UPTD Puskesmas Jatisari untuk turun kelapangan dengan melakukan pengobatan di Posyandu dan membagikan masker. "Saya sudah intruksikan ke Puskesmas, untuk turun ke masyarakat. Meskipun pencemaran itu tidak langsung mengarah ke kami yah (Dinkes) tapi kaitan dengan kesehatan masyarakat itu tanggung jawab kami," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, dr.Yuska Yasin. (BAHROEM/P.HRP/CANDRA)