DUSUN III CIBOGO KOLOT GELAR RUATAN BUMI

Iklan Semua Halaman

.

DUSUN III CIBOGO KOLOT GELAR RUATAN BUMI

Sku Metropolitan
Jumat, 13 Oktober 2017

SUBANG METRO
Hajat Ruatan bumi atau hari krida pertanian di gelar di dusun III Cibogo kolot rw.06 Desa Cibogo Kecamatan Cibigo Kabupaten Subang-Jawa Barat. Kegiatan tersebut di gelar pada kamis (12/10) dimeriahkan dengan kesenian wayang Purwa Sri Mekar Margaluyu bersama Ki Dalang Agus Sarbini Haur Geulis Indramayu. Hal ini adalah mepererat tali silaturahmi antar warga masyarakat lingkungan Cibogo kolot khususya, umumnya desa cibogo kecamataan Cibogo Kabupaten Subang. kegiatan tersebut merupakan seni budaya yang sudah melekat kental di hati masyarakat . Sementara dalam kegiatan tersebut di hadiri oleh muspika kecamatan Cibogo dan anggota DPRD Kabupaten Subang Evi Nur'afiah, SE dari praksi PKS serta tamu undangan, tokoh masyarakat tokoh adat semuanya antusias ikut tergabung di dalamnya.

Kepala desa Cibogo Moch Soleh Supardi Melalui ketua panitia kegiatan Nono Sutisna saat di sambangi Metro di Sela- sela kesibukannya mengatakan dalam rangka ruatan bumi dan bertepatan dengan musim tanam sehingga di gelar Kesenian wayang kulit . Kegiatan tersebut merupakan salah satu Tasyakur Binimah, yang mana kita telah di berikan nikmat oleh Alloh SWT sehingga dilaksanakan hajat ruatan bumi . Hal ini adalah untuk memperigati hasil karya para leluhur kita karena kegiatan tersebut sudah baku di laksanakan pada setiap tahunnya. Diharapkan kedepan Semoga warga masyarakat rw 06 kususnya, umumnya desa Cibogo dalam pertaniannya bisa lebih meningkat dan tidak melupakan  adat budaya tradisi para leluhur kita, ungkapnya.

Tokoh adat H. Euncing saat di mintai tanggapannya mengatakan acara kegiatan ruatan bumi tersebut merupakan kebersamaan untuk menjalin tali silaturahmi supaya tercipta ke gotong royongan di masyarakat cibogo. Menurut sejarah sesepuh yang masih ada bahwa berdirinya kampung cibogo kurang lebih pada tahun 1648 keberadaan alamnya masih hutan belantara tanah yang sekarang di jadikan perkampungan disebut cibogo kolot. Konon katanya menurut cerita rakyat saat itu masih hutan belantara dan pada saat itu ada 4 orang tokoh yang mencari tempat untuk di jadikan perkampungan. 4 orang tersebut yakni buyut bintong, buyut   Gelendong, buyut lintong dan buyut Saintam. Ke 4 orang tersebut memiliki keinginan yang sangat kuat bahwa tempat tersebut akan di jadikan perkampungan. Setelah  sepakat mereka membuka hutan untuk di jadikan pedukuhan atau perkampungan. Sehingga sampai saat ini perkampungan tersebut di sebut kampung Cibogo kolot. Pihaknya berharap kedepan semoga kampung tersebut menjadi kampung yang sangat subur dan tidak kurang sandang pangan. Kegiatan tersebut adalah untuk melestari budaya seni warisan para leluhur kita supaya anak cucu kita mengenal budaya tersebut, pungkasnya. (Gandy/Abh)