Festival Spektakuler Seribu Panggang Desa Krandegan

Iklan Semua Halaman

.

Festival Spektakuler Seribu Panggang Desa Krandegan

Sku Metropolitan
Sabtu, 14 Oktober 2017
 
Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono sedang memberikan kata sambutan sebelum pemotongan tumpeng dan pemberian nama Waduk Krandegan
Ngawi, METRO
Pemerintah Desa Krandegan, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur menggelar Acara Seribu Panggang  Krandegan Spektakuler dan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dalam rangka Bersih Desa dan peresmian waduk atau Embung Krandegan. Acara berlangsung selama 2 hari, 1-2 Oktober 2017.

Di hari pertama, yang bertepatan Hari Kesaktian Pancasila digelar acara Krandegan Spektakuler Seribu Panggang bertempat di sekitar areal Embung Krandegan. Terlihat Ayam Panggang berjejer panjang dipinggiran Embung sekitar 1000 lebih jumlahnya. Masyarakat Desa Krandegan dan tetangga desa banyak berdatangan memenuhi areal waduk. Acara tersebut juga dimeriahkan dengan kesenian reog, drumband dan karawitan. Selain itu juga hiburan musik elektone dapat dinikmati oleh para tamu undangan dan seluruh warga masyarakat yang hadir di sana.

Pada kesemmpatan yang sama, Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono beserta rombongan motor trailnya datang menghadiri acara tersebut. Juga terlihat hadir, Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, beberapa Kepala SKPD dan Camat se-Kabupaten Ngawi serta Kepala Desa se-Kecamatan Ngrambe beserta seluruh Pendamping Desa se-Kecamatan Ngrambe.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Krandegan, Kecamatan Ngrambe, Tri Mulyono, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besar kepada seluruh warga masyarakat Desa Krandegan beserta seluruh perangkat desa dan LPMD, BPD serta Pendamping Desa yang telah ikut ambil bagian dalam acara Krandegan Spektakuler Seribu Panggang ini hingga dapat berjalan dengan sukses. “Acara ini merupakan wujud dari Ngawi Ramah dan Spektakuler yang diejawantahkan dalam kegiatan seribu panggang ini dan baru pertama kali ini dilaksanakan,”terangnya.

Lebih lanjut, “Saya berharap kegiatan ini bisa diagendakan setiap setahun sekali sebagai perkembangan budaya yang ada di Kabupaten Ngawi ini. Dan lagi, Saya mewakili dari warga masyarakat Desa Krandegan, berharap dari Pemerintah Daerah agar waduk atau embungnya agak dinaikkan dan jalan yang ada disekitar embung ada perbaikan, sehingga nantinya areal Waduk ini bisa menarik minat para pengunjung untuk datang ke lokasi waduk ini, Mbah Kanang (panggilan akrab Bupati Ngawi), agar nanti perekonomian masyarakat bisa meningkat,” harap Kepala Desa Krandegan.

Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono dalam sambutannya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Krandegan yang bisa mengaplikasikan Ngawi Ramah dan Spektakuler dalam bentuk kegiatan seperti ini. Untuk harapan Pemerintah Desa Krandegan agar ditinggikan plengsengan waduknya dan perbaikan jalan di sekitar waduk, nanti akan segera ditindaklanjuti oleh SKPD terkait. “Perlu diperhatikan setiap pejabat bawahan harus bisa menjalin hubungan yang baik dengan atasannya, sehingga koordinasi juga semakin lancar dan program-progam pembangunan di wilayah kerjanya bisa terlaksana dengan maksimal,”pesannya.

Setelah memberikan sambutannya, Bupati Ngawi memotong tumpeng raksasa yang diwakili oleh Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Dwi Rianto Djatmiko, SH., MSi dan memberikan nama pada waduk atau embung Krandegan dengan sebutan “Waduk Watu Masjid” dan sekaligus Waduk Watu Masjid diresmikan.

Kemudian setelah acara pemotongan tumpeng dan pemberian nama waduk oleh Bupati Ngawi, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama. Dari awal hingga akhir acara, terlihat seluruh warga mengikutinya dengan penuh antusias dan gembira. Di hari kedua dilanjutkan dengan acara pagelaran wayang kulit dengan Ki Dalang Rudi Gareng dari Blitar. (Setiyo/ Zainal)