Kades Ajak Masyarakat Awasi Penjualan Miras dan PCC

Iklan Semua Halaman

.

Kades Ajak Masyarakat Awasi Penjualan Miras dan PCC

Sku Metropolitan
Senin, 16 Oktober 2017


Bekasi, Metro
Maraknya penjualan minuman keras (Miras) oplosan di beberapa daerah hingga menelan korban jiwa membuat Kepala Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan, Idi rohidi, mengajak seluruh Ketua Rukun Warga (RT) Rukun Tetangga (RT), tokoh masyarakat Pemuka Agama dan Karang taruna meningkatkan pengawasan terhadap warung-warung yang disinyalir menjual minuman keras dan oplosan. Hal itu dikatakan Kades saat rapat minggon di aula Kantor Desa baru- baru ini.

Idi mengatakan “Saya tidak akan mentoreran terhadap para penjual minuman keras maupun oplosan di wilayah Desa Mangunjaya,  apabila terdapat penjual minuman keras atau oplosan maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap para penjual dan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, untuk segera dilakukan penindakan dan menutup tempat berjualanya.

Karna miras oplosan penyakit berbahaya yang dapat merusak generasi bangsa, dan pelajar. Selain mematikan, miras dapat merusak generasi penerus bangsa, dan bisa memincu kenalalan remaja yang berakibat terjadinya tauran,” tandasnya.

 “Apabila pedagang masih bandel, maka saya bersama-sama warga Desa mangunjaya, akan melukan aksi sendiri untuk memberantas miras dan opolosan tersebut di wilayah kami,” ujarnya.

Idi, menambahkan, selain Miras, keberadaan pil PCC (paracetamol, caffeine, dan carisoprodol) terus menghantui masyarakat Indonesia di berbagai daerah termasuk Bekasi. Para ketua RW/RT tokoh masyarakat agar mengawasi perdaran atau penjualan permen, permen yang mengandung PCC, tambahnya.

Menurutnya, jumlah penduduk Desa Mangun jaya kurang lebih seratus sepuluh ribu (110.000) jiwa, jumlah tersebut belum termasuk warga yang mengontrak. Maka saya mengajak 32 Ketua RW dan 255 Ketua RT untuk bersama- sama mengawasi penjualan Miras dan PCC, ungkapnya.


Sementara itu Binmas Pol Desa Mangunjaya, Larno, mengatakan, penjual permen PCC  buka siang hari. Sasaran utama adalah anak- anak sekolah, jadi kalau ada anak- anak yang membeli secara ramai ramai jajan di warung, sudah layak untuk dipertanyakan. Ciri- ciri yang sudah mengkonsumsi permen PCC adalah, malas sekolah dan suka ngantuk, jelasnya. (Yosua)