Najmul Fikri : Pembangunan Ruas Jalan Mesuji Capai 563,12 Km

Iklan Semua Halaman

.

Najmul Fikri : Pembangunan Ruas Jalan Mesuji Capai 563,12 Km

Sku Metropolitan
Senin, 16 Oktober 2017
MESUJI, METRO
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mesuji nampaknya harus kerja ekstra dalam meningkatkan Pembangunan Ruas Jalan di tujuh Kecamatan se-Kabupaten Mesuji.
Pasalnya, ruas jalan yang ditetapkan dalam Keputusan Bupati Mesuji nomor B/332/I.02/HK/msj/2016 sebanyak 563,12 Km dengan ruas sebanyak 121 jalan yang tersebar di Kabupaten Mesuji dalam memerlukan penangangan ekstra.

Pelaksana Tugas Kepala DPUPR Mesuji Najmul Fikri, mengatakan, Kabupaten Mesuji memiliki ruas jalan sebanyak 121 ruas dengan kepanjangan 563,14 Km, dan ini tersebar di Kabupaten Mesuji.
“Ruas dan panjang jalan tentunya sudah ditetapkan status ruas jalan sebagai jalan Kabupaten Mesuji dalam kabupaten Mesuji ditahun 2016. Penetapan itu tentunya sebagai bentuk yang akan ditanggani oleh Dinas PU, diluar jalan lingkungan, Provinsi, Nasional dan jalan Desa,”tegasnya.

Dipaparkan Kiki pangilan akrabnya, bila dilihat Status jalan dari 121 ruas yang sudah ditingkatkan ditahun 2016 sampai 2017 yakni 2 ruas jalan ditingkatkan menjadi Hotmik, dan tahun 2017 sebanyak 8 ruas jalan. Sedangkan jalan Base untuk tahun 2016, tidak ada sedangkan ditahun 2017 sebanyak 8 ruas jalan.

“Sedangkan untuk pembangunan jalan lapen ditahun 2016 sebanyak 27 ruas 2017 -0 Onderlagh tahun 2016, 1 ruas jalan, jadi total 45 ruas dari 121 ruas jalan yang ada di Kabupaten Mesuji, Meskipun kondisi perbaikan tidak full,”tegasnya.

Sementara saat ditanya terkait APBD – P tahun 2017, apakah Dinas PUPR akan menganggarkan dana pembangunan jalan lagi atau tidak, dengan tegas Kiki mengatakan untuk anggaran perubahan kita tidak menganggarkan karena mengingat waktu akan tetapi hanya mengadakan pengadaan material.
“Di APBD-P tahun 2017 DPUPR khusus BM hanya mengajukan anggaran sebesar Rp9 M, dan ini hanya untuk pengadaan matrial batu. Sedangkan sistem swakelola, pengadaan tetap pihak ketiga,”paparnya.

Dipaparkan Kiki, pengadaan matrial ini nantinya hanya sipat Penangan jalan yang memiliki potensi rusak berat.” Yang jelas, Kapasitas sumberdaya baku, Evisiensi anggaran, efektivitas anggaran. Kemampuan, inofasi memgingat apbd diprovinsi lampung dibawah pesisir barat,”tukasnya. (Fendi)