Proyek Empat Perumahan Diduga Penyebab Amblesnya Jalan CBL

Iklan Semua Halaman

.

Proyek Empat Perumahan Diduga Penyebab Amblesnya Jalan CBL

Sku Metropolitan
Kamis, 05 Oktober 2017

Bekasi, Metro
Kondisi jalan kedaung, Desa Kertamukti, kecamatan cibitung yang lokasinya disisi kali Kali CBL (Cikarang-Bekasi-Laut) , sangat memprihatinkan dan membahayakan buat masyarakat yang melintas , terutama dari arah Cikarang , tambun utara, dan cibitung pada hal jalan tersebut merupakan salah satu akses yang vital untuk masyarakat.Ini di buktikan ketika Anggota Dewan perwakilan Rakyat (DPRD) kabupaten Bekasi meninjau langsung kelokasi beberapa waktu yang lain , Ujar Yudhi Darmansyah  Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi,Senin (2/10/2017).

Yudhi, melihat disana pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi  membiarkan permasalahan ini terjadi berlarut laru dan tidak serius untuk menaganinya.

“Faktor eksternal juga  yang menyebakan Amblesnya jalan tersebut , lalu lalangnya truck dengan muatan yang melebihi kapasitas kapasitas jalan yang tujuannya untuk pembagunan perumahan, disana ada 4 ( empat) Perumahan “lanjutnya

Yudhi mengutarakan bahwa ada 4 ( empat) perumahan yang sedang dibagun yaitu Perumahan Graha Puri,Perumahan Toibah, Perumahan Taman Rahmani. Ke-4 ( Empat),perumahan inilah yang turut andil dan bertangung jawa untuk memperbaiki kerusakan jalan tersebut.

Ketika disinggung adanya isu karena sebagai bentuk kekecewaan, warga sekitar membuat replika kuburan di sisi jalan tersebut, menanggapi hal tersebut, Yudhi menilai hal tersebut merupakan hal yang wajar dilakukan.

“Adanya kuburan sah-sah aja masyarakat menyampaikan aspirasinya, tentu DPRD akan membela kepentingan maupun aspirasi masyarakat , karena apapun yang disampaikan masyakat tersebut adalah benar,q sampai hari ini belum ada upaya-upaya nyata yang diturunkan oleh Pemerintah Daerah untuk memperbaiki jalan tersebut,” terangnya.

“Jalan tersebut sudah rusak hampir satu tahun, karena tanda tanda tanah longsor tersebut sudah terlihat mulai dari miringnya permukaan jalan, apalagi sekarangkan memasuki musim hujan. Sekarang aja ada dua titik yang amblas dan ada lagi yang agak miring, karena permukaan di bahwahnya sudah kosong” imbuhnya kepada RHB di Ruangan Komisi I.

“Dengan adanya proyek pembangunan perumahan, oleh karena itu dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil memanggil dan menuntut 4 (empat) perumahan tersebut terhadap tnggungjawab terhadap lingkungan, apalagi jalan tersebut merupakan akses utama meuju perumahan tersebut,” pungkasnya
Menurutnya sejauh ini Pemerintah Daerah  melihat tidak sigap , mulai dari tapan perencanaan. Ini tanda-tanda Tanah sudah ada terjadi setahun yang lalu, Bahkan sebelum Jalan di cor oleh Pemerintah Daerah, sebenarnya tanah tersebut merupakan tanah yang labil itu sudah terlihat.


“Kami melihat, dari awal juga ketidak matangan perencanaan, harusnya  Sepanjang jalur CBL itu yang rawan rawan longsor harusnya di berikan TPT ( Tanggul Penahan Tanah), hal terlihat belum ada” Tutupnya. (DPT)