RUATAN BUMI DIGELAR DI HALAMAN DESA BELENDUNG

Iklan Semua Halaman

.

RUATAN BUMI DIGELAR DI HALAMAN DESA BELENDUNG

Sku Metropolitan
Kamis, 12 Oktober 2017

SUBANG METRO
Desa Belendung merupakan sebuah desa yang sangat subur  yang dihuni oleh penduduk yang mayoritas para petani padi. Desa tersebut termasuk wilayah kecamatan Cibogo kabupaten Subang- Jawa Barat. Desa tersebut saat ini sedang melakukan kegiatan Ruatan Bumi atau Hari Krida Pertania. Acara tersebut dilaksanakan pada Selasa (10/10) di halaman desa Beledung. Kegiatan tersebut di hadiri Camat Cibogo HAZIZULHAKIM S.Sos.Msi dan tamu undangan serta semua warga masyarakat ikut tergabung di dalamnya.


Kepala Desa Belendung Hartono dalam sambutanya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak serta kepada para panitia kegiatan atas partisipasinya sehingga bisa terlaksanya kegiatan tersebut. Semetara kegiatan ruatan bumi ini adalah untuk mempererat silaturahmi antar warga masyarakat agar tercipta kegotong royongan. Sementara ada beberapa kegiatan selain ruatan bumi yakni digelar  istigosah doa bersama' dan dimeriahkan oleh kesenian singa depok serta di akhiri dengan kesenian wayang Golek Geuntra pawenang  bersama Ki Dalang Asep Caswan Dede Amung Sutarya. Diharapkan kedepan karena kegiatan tersebut sudah di agendakan pada setiap tahunnya dan di laksanakan pada setiap tahun baru islam serta mapag musim tanam. Pihaknya (Kades-red) berharap kedepan dengan adanya kegiatan tersebut semoga menjadi acuan dan menambah semangat untuk mewujudkan sebuah pembangunan di desa belendung lebih maksimal, terutama dalam pelayanan terhadap warga masyarakat lebih prima ungkapnya.

Camat Cibogo HAZIZULHAKIM S.Sos.Msi mengatakan kegiatan tersebut adalah menjadi ajang silaturami untuk mewujudkan salah satu kebersamaan serta ke gotong royongan antar warga masyarkat sehingga kita bisa bersilaturahmi melalui kegiatan tersebut. Dalam acara Ruatan Bumi atau Hari Krida Pertanian ini merupakan salah satu ungkapan rasa syukur terhadap Alloh SWT dan untuk Mengingatkan kepada para tokoh leluhur kita yang sudah tiada. Selanjutnya dengan di gelarnya seni budaya wayang golek itu adalah warisan para karuhun (sunda-red) artinya adalah anak cucu kita supaya mengenal seni dan budaya leluhur kita  agar di lestarikan jangan sampai terlindas oleh budaya luar. Diharapkan desa Belendung kedepan menjadi desa yang subur dan bisa melestarikan seni dan budaya Sunda Murba. Melalui kegiatan tersebut semoga menjadi acuan untuk menambah semangat kerja sehingga bisa mewujudkan sebuah pembagunan desa yang sangat maju, paparnya.


Tokoh adat Amil Udin di dampingi Daslan dalam ungkapannya mengatakan  ritual ini adalah salah satu sukur terhadap Alloh SWT yang telah memberikan nikmat kepada kita semua. Terutama dalam merawat seni dan budaya adat Sunda Murba yang selama  ini kita peringati pada setiap tahunnya. Budaya tersebut adalah warisan para leluhur kita yang perlu kita rawat dan di lestarikan supaya anak cucu kita mengenal budaya tersebut. Diharapkan kedepan warga masyarakat petani yang ada desa tersebut bisa lebih sejahtara dan meningkatkan pertanianya serta akan meningkatkan tara perekonomian masyarakat, pungkasnya. (Gandy/Abh)