Tradisi Bersih Desa Kedungwaru Pemersatu Setiap Perbedaan

Iklan Semua Halaman

.

Tradisi Bersih Desa Kedungwaru Pemersatu Setiap Perbedaan

Sku Metropolitan
Selasa, 31 Oktober 2017

Tulungagung, Metro
Bersih desa merupakan salah satu tradisi warisan leluhur yang masih dilakukan turun temurun hingga saat ini oleh masyarakat Desa Kedungwaru, Kecamatan Kedungwaru. Setiap tahun sekali atau tepatnya di bulan syuro dalam penanggalan jawa masyarakat melaksanakan tradisi tersebut.

Sejak pagi masyarakat telah mempersiapkan diri untuk mengikuti acara bersih desa itu dengan cara selamatan di Kantor Balai Desa setempat, tradisi ini diselenggarakan agar seluruh masyarakat di Desa Kedungwaru selalu mendapatkan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa dan terhindar dari segala hal yang tidak baik yang dapat merugikan masyarakat.

Tepat pukul 13.00 WIB, ratusan warga masyarakat Desa Kedungwaru mengikuti prosesi selamatan yang di awali dengan memanjatkan do’a untuk para leluhur Desa Kedungwaru yang dipimpin oleh ulama setempat, sebelum puncak acara selamatan Kepala Desa Kedungwaru Sugeng Mulyono dalam sambutannya mengatakan “bersih desa yang dilaksanakan warga masyarakat Desa Kedungwaru ini, merupakan wujud syukur kepada Alloh SWT, atas limpahan rahmat dan hidayahNya yang telah diberikan kepada masyarakat Kedungwaru”. Katanya.

Sugeng menambahkan, “Setiap tahun desa Kedungwaru melakukan bersih desa dengan harapan agar seluruh warga masyarakat yang berada di Desa Kedungwaru terhindar dari berbagai marabahaya yang mungkin akan menimpa, dan desanya bisa mendapatkan berkah, kesehatan, ketenangan lahir maupun batin”. Pungkasnya.

Sementara itu Kaur Kesra Desa Kedungwaru Muhammad Toha mengatakan “rangkaian acara bersih desa  selain selamatan (kenduri) juga diadakan pentas seni jaranan yang dibawakan oleh para seniman Kedungwaru mulai pukul 15.00 WIB sampai dengan jam 22.00 WIB dengan menampilkan seni jaranan kreasi “ERNES CROWN” ARYA MANGGALA”. Ujarnya.

Selain itu, Muhammad Toha menjelaskan, bahwa rasa syukur kepada Alloh SWT bagi para seniman adalah menyumbangkan karya kepada Desanya. Dengan demikian Bersih Desa yang terlaksana adalah sebuah kegiatan tradisi desa yang menjadi milik masyarakat.

“Masyarakat Desa Kedungwaru bergotong royong dalam melaksanakan kegiatan ini dengan rasa suka cita, karena kegiatan ini mempunyai nilai filosofi rasa syukur sekaligus upaya mempererat warga karena mulai dari anak – anak hingga orang dewasa berbaur menjadi satu dalam kebersamaan untuk melestarikan budaya lokal.” Katanya.



Di tempat yang terpisah, Endang (38) warga setempat berharap kegiatan Bersih Desa ini. Tetap dipertahankan karena sangat positif untuk warga, selain ada acara makan bersama – sama juga ada hiburan, semoga tahun depan lebih meriah lagi.” harapnya.(Sar/Jon)