Akbar: Ratusan WNA Bermasalah

Iklan Semua Halaman

.

Akbar: Ratusan WNA Bermasalah

Sku Metropolitan
Sabtu, 04 November 2017
Bandung, Metro
Kantor Imigrasi Kelas I Bandung menemukan 170 Warga Negara Asing (WNA) bermasalah, delapan pulih (80) sudah masuk dalam proses Penyidikan penindakan Keimigrasian (Dikdakim). Hal itu diungkapkan Kasi Dikdakim Kantor Imigrasi Klas I Bandung, Akabar.

Tim khusus Imigrasi tengah melakukan pengawasan terhadap para TKA ini, antisipasi terjadinya pelangaran terhadap TKA ini sudah dilakukan sejak TKA masuk ke Indonesia.
Pencegahan itu dilakukan sejak TKA tiba di bandara, pelabuhan, dan lainnya, proses wawancara dilakukan untuk mengetahui maksud dan tujuan kedatangan, selain itu pemeriksaan seperti visa, latar belakang TKA pun dilakukan.

“Disamping itu nanti setelah masuk kita awasi lagi secara bersinergi dengan instansi-instansi terkait. Disnaker juga ikut ngawasin, itu tugasnya dia kan begitu, TKA ilegal kan harus tahu karena regulasi ada di mereka (Disnaker), kita (Imigrasi) itu eksekutornya,” jelasnya.
Sedangkan yang 80 orang, susah diproses, bagi WNA yang overstay,  harus bayar termasuk denda sesuai perpres tahun 2017.

 Masalah over stay berasal dari China, kasus WNA, Yakya yaitu ilegal stayer terdapat 1 kasus WNA Pakistan sedangkan untuk kasus  Nonblok terdapat 1 kasus perempuan berusia 28 tahun, katanya.

Dia menambahkan, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, kantor  imigrasi kelas 1 Kota Bandung, telah membuka kantor pelayanan di jalan Sukarno Hatta no 162 Kota Bandung (Pelayanan Pasport). Kantor tersebut telah beroperasi sejak dua tahun lebih, tambahnya.


Sementara itu Bagian Umum Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung, Tatang Kusdina mengungkapkan,  Wilayah kerja petugas Imigrasi cukup luas, diantaranya,  Kota Bandung , Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Subang. Sementara jumlah pegawai masih kurang, tidak sebanding denga luas wilayah yang dilayani.  Jumlah karyawan keseluruhan kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung, termasuk yang berada di Jl.Sukarno Hatta dan Bandara Husein sebanyak, 95 orang di tambah 15 PPN PN (Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri), uangkapnya. (Parlin)