Bangun Pasar Ternak Solusi Meningkatkan Ekonomi dan Investasi

Iklan Semua Halaman

.

Bangun Pasar Ternak Solusi Meningkatkan Ekonomi dan Investasi

Sku Metropolitan
Selasa, 07 November 2017
Bekasi, Metro
Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi merencakan dengan mitra kerjanya Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan, Kabupaten Bekasi  bagaimana Kabupaten Bekasi  memilik pasar hewan/ternak yang fungsinya dapat memantapkan ekonomi, dan investasi sehingga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli daerah (PAD) dari transaksi jual-beli ternak.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Mulyana Muchtar mengatakan, bahwa Pasar Ternak/Hewan yang berkembang di tingkat Kabupaten Bekasi merupakan ajang peternak, pedagang pengumpul maupun pedagang antar wilayah dalam melakukan transaksi jual-beli ternak. Pada umumnya transaksi jualbeli berlangsung secara tradisional, dengan penetapan harga tidak transparan bagi semua pelaku.
“Insyaallah sudah masuk Rancangan Pembagunan Jangka Menengah Daerah (RPMJD)”, kata Mulyana.

“Pertimbangkan lokasi pasar hewan selain faktor kesetrsediaan lahan dan aksesbilitas, juga perlu dipertimbangkan sumber atau asal pemasok hewan ternak yang akan diperjualbelikan, maka lokasi tempat Pasar Hewan yang diajukan di wilayah, Cibarusah, disamping lahan yang tersedia masih luas dan merupakan jalan provinsi” Ujarnya.

“Jika dikaitkan dengan Visi Misi dari Bupati Bekasi dr Hj Neneng Hasanah dan Wakil Bupati H Eka supria Atmaja SH, terwujudnya Kabupaten bekasi bersinar tahun 2022. Pasar Ternak/Hewan masuk golongan  ekonomi. Parawisata dan Investasi” Kata Mulyana.

“Bagaimana nantinya stimulan, dapat memicu pertumbuhan dalam sektor Peternakan, Perikanan dan Kelautan, karena dalam sektor yang lainkan sudah jelas’’ Katanya.

Mulyana juga mengungkapakan, rencana pembagunan Pasar ternak/hewan ini, disambut baik para pengusaha dan kelompok ternak , baik dari Bekasi maupun wilyah Bekasi.

“Pemerintah Daerah pasti bisa membiayai pembagunan pasar ternak/hewan dikabupaten Bekasi, sedangkan stadion aja bisa dibagun” ungkapnya.

“Diperlukan pengelolaan pasar secara optimal, baik dalam hal pengelolaan sarana, pemasaran maupun penguatan kelembagaan petani, sehingga Pasar Hewan benar-benar memberikan manfaat dan keuntungan yang optimal bagi para pelaku pemasaran serta konsumen.

Menurut Mulyana, bahwa Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bekasi mampu mengelola. Kenapa lebih mengarah kepada pasar tenak/hewan, Kata Mulyana, dapat dikaitkan dengan ketahanan pangan  disana, adanya distribusi danging dikontrol, langsung kelola oleh Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bekasi.

“Sehingga penyebaran hewan ternak di Kabupaten Bekasi belum terpusat., Karena para peternak melaksanakan penjualan pada tempat – tempat tertentu dan sesama peternak dimana penjualan hewan sendiri tanpa dilakukan pengecekan terhadap kesehatan dari hewan ternak yang akan dijual, asal hewan ternak yang sehat, higenis dan aman untuk lingkungan dan diawasi oleh Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bekasi  . Oleh karena itu, dianggap perlu tersedianya fasilitas pasar hewan yang representatif” ujarnya.

Dia menambahkan, Mengingat sistem pemasaran (transaksi jual beli ) antara peternak sebagai pemilik ternak dan pedagang (tengkulak/blantik) atau pembeli masih secara tradisional. Sistem jual beli atau penetapan harga tidak transparan, hanya berdasarkan penaksiran ketampakan (performance) ternaknya bukan berdasarkan bobot badan yang diukur dengan timbangan/ alat ukur lainnya atau performance yang dinilai berdasarkan kualitas/kelas mutu (grade) .

Selain itu belum ada standar harga yang ditetapkan oleh pasar tersebut, sehingga harga ternak sering dipermainkan oleh para pedagang. Belum ada jual beli yang lebih terbuka seperti sistem lelang. Disamping itu, bangunan fisik pasar dan sarana prasarana (kandang karantina,

Pasar ternak yang dibangun harus dapat mendukung fungsi-fungsi pasar, sehingga memerlukan kelengkapan sarana usaha seperti, Rumah Potong Hewan (RPH), tempat penampungan ternak/ shelter ternak dengan ruang pemisah (antara ternak muda, dewasa, pejantan, induk ) , ruang penaksiran yang dilengkapi dengan alat ukur, dan timbangan, pemasaran daging dan produk olahan pangan yang berasal dari ternak, tutupnya (ADV/Ely).