DD Tahap II Belum Dikucurkan

Iklan Semua Halaman

.

DD Tahap II Belum Dikucurkan

Sku Metropolitan
Sabtu, 04 November 2017
Kapuas, Metro
Per tanggal 18 Oktober 2017 Dana Desa Tahap II belum ada yang dikucurkan, karena belum ada usulan dan akan dicairkan apabila ada rekomendasi dari camat. Sementara itu untuk pencairan Dana Desa Tahap I sudah selesai, mengingat dana tersebut bersumber dari dana APBN 2017 sedangkan Tahap II Dana Alokasi Desa (APBD) sudah terealisasi namun sebagian laporan belum ditanda tangani Bupati dalam bentuk Hard Copy. Dan hampir 90% dana telah dikucurkan KPKN Palangka Raya sesuai rekomendasi pihak kecamatan yang membawahi dari desa yang bersangkutan. Demikian dikatakan kepada Badan Pengelola Keuangan, Aset Daerah Kabupaten Kapuas, Syafiri, SE ketika Metropolitan menemui di ruang kerjanya.

Keterlambatan pengucuran dana tersebut menurut informasi juga dikarenakan banyak Kades/Pemerintahan Desa yang belum menyampaikan laporan hasil realisasi penggunaan Dana Desa sehingga untuk pengusulan pencairan tahap II agak terlambat sedangkan ini sudah memasuki bulan Oktober. Semestinya penyerapan anggaran untuk tahap pelaksanaan sudah dapat terealisasi mengingat waktu terpacu dengan akhir tahun anggaran, belum lagi ada revisi APBDes manakala ada perubahan-perubahan yang sifatnya mendadak. Hampir setiap akhir tahun anggaran para Kepala Desa/aparatnya akan melaksanakan studi banding keluar daerah, dan ini tentu APBDes mengalami perubahan sebab ada Pemdesnya yang sebelumnya tidak menganggarkan karena ada beberapa faktor dan lain hal. tambahnya.

Keterlambatan Kades / Pemerintahan Desa melaporkan realisasi penggunaan Dana Desa tersebut hampir tersebar disemua kecamatan di wilayah Kabupaten Kapuas. Hal itu tertera pada papan pengumuman di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kapuas, dalam catatan tersebut terlihat setiap kecamatan termuat desa yang belum melaporkannya dari 1 desa dan hingga ada yang 12 desa. Ketika hal ini dikonfrontir terhadap salah seorang Kepala Desa selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) memang benar. Roni Aseran Kepala Desa Bakungin Kecamatan Kapuas Hilir, mengatakan untuk tahap II baik Dana Desa (APBN) dan Dana Alokasi Desa (APBD) pihaknya belum terima, dan ini kemungkinan terkendala administrasi yang masih belum rampung sehingga realisasi laporan belum terwujud, tuturnya.

Sementara diwilayah Kecamatan Kapuas Barat, tepatnya Desa Sei Pitung, Yazid Fahmi Kepala Desa yang barusan terpilih untuk kedua kalinya, pihaknya mengatakan bahwa permasalahan yang dihadapinya cukup beralasan karena dalam mengelola Dana Alokasi Desa dan Dana Desa mengalami kesulitan. Padahal pemerintah sudah menugaskan tenaga pendamping desa yang tersebar disemua kecamatan dan desa disamping juga para aparat desa mendapat pelatihan dan Bimtek setiap tahun  anggaran. Menurutnya keberadaan tenaga pendamping desa, diwilayahnya dapat dikatakan pasif, dan tidak efektif bahkan jauh dari harapan karena pendamping malah minta bantuan laporan ke pihak desa. Semestinya tenaga pendamping orang-orang yang berpengalaman dan profesional mengerti kondisi desa. Jika kurang pemahaman dengan kondisi yang ada maka desa itu sendiri yang dirugikan. Berkaitan dengan hal ini hampir 90% Kades mencari jasa pengupahan untuk membuat RAB dan termasuk membuat laporan dengan patokan 3% dari pagu tanpa merincikan. Namun harapannya tenaga pendamping desa semestinya bisa membantu semuanya, tapi kalau tidak bisa diharapkan pemerintah membuang dana saja kalau menggaji pendamping yang tidak bisa bekerja, demikian dikatakan Kades Yazid Fahmi. (Ahza-Biro Kapuas)