Fajril Hikmah: Wartawan Bekerja Profesional

Iklan Semua Halaman

.

Fajril Hikmah: Wartawan Bekerja Profesional

Sku Metropolitan
Jumat, 24 November 2017
TUBABA, METRO
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tulangbawang Barat, Fajril Hikmah, meminta wartawan bekerja secara profesional. Ia juga mengingatkan di era keterbukaan informasi, media tentunya boleh mengkritisi namun tidak melukai dengan cara yang kurang profesional.

“Wartawan harus profesional. Tulisan boleh tajam bukan untuk menusuk atau melukai, sajian informasi harus mendidik. Peran media sebagai kontrol sosial diperlukan, namun jangan sampai menimbulkan rasa pesimisme di masyarakat dengan sajian berita yang tidak berimbang,” kata Fajril Hikmah,  Kamis (09/11/2017).

Ia menyebut berita menghasut dan mengajak agar membenci suatu kalangan merupakan salah satu ciri-ciri berita palsu atau hoaks. “Asas keberimbangan sangat penting dalam sebuah berita, jangan karena ingin mendapat iklan beritanya subyektif, berbuatlah terlebih dahulu dengan menyampaikan pesan-pesan yang akurat, berimbang dan benar,” pesan Fajril.

Dari itu ia meminta semua komponen masyarakat di daerah itu agar tidak terpengaruh dan terprovokasi dengan berbagai isu atau informasi yang merugikan besifat menghasut untuk memperkeruh suasana.

Menurutnya, perkembangan taknologi informasi dan komunikasi semakin pesat. Perkembangan tersebut tentu saja diikuti oleh media massa yang juga semakin mempermudah masayarakat dalam memperoleh informasi secara cepat dan praktis tanpa terbatas ruang dan waktu.

Fajril juga berharap, wartawan harus memberikan informasi yang akurat, lengkap, jelas, jujur serta aktual, dan juga dapat memberikan prediksi serta petunjuk ke arah perubahan dan transformasi. Meskipun pekerja jurnalistik memiliki kebebasan, namun ada batasan yang harus di mengerti.

“Media yang informasinya tidak profesional, pasti ditinggalkan pembacanya. Para jurnalis sangat berperan menyebarkan informasi yang akurat dan berimbang, penyajian berita itu harus mengacu kepada UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik, sehingga berita yang disajikan mendapat kepercayaan dari masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, wartawan juga harus memahami tentang etika dalam jurnalistik. Seorang wartawan yang melebih-lebihkan sebuah berita dengan maksud untuk membuat berita itu lebih heboh dan sensasional merupakan pelanggaran etis.

“Jangan memperuncing fakta-fakta dengan menghilangkan sebahagian berita, menfokuskan suatu detail yang kecil tetapi menyentil, atau dengan memancing kutipan-kutipan provokatif, dengan tujuannya bukan untuk mengatakan suatu kebenaran melainkan hanya menarik perhatian itu tidak benar,” imbuh Fajril. (fendi)