HUT RSUD dr ISKAK ke-100 , Diwarnai Busana Adat Nusantara

Iklan Semua Halaman

.

HUT RSUD dr ISKAK ke-100 , Diwarnai Busana Adat Nusantara

Sku Metropolitan
Selasa, 21 November 2017

Tulungagung, Metro
Bertepatan HUT RSUD dr. ISKAK Kabupaten Tulungagung ke-100, Jumat (10/11) menggelar pelayanan medik unik dengan mengenakan busana adat tradisisonal nusantara di hampir semua ruang rawat inap maupun rawat jalan.

Pakaian yang tak lazim digunakan petugas medis bidang fungsional itu menarik perhatian pasien maupun keluarga pasien, karena pakaian mereka dianggap berbeda dibanding hari-hari biasanya.

Layanan medik unik dan menarik dengan pakaian adat nusantara itu memang tidak setiap hari dikenakan, melainkan sekali dalam setahun dalam rangka peringatan HUT RSUD dr ISKAK yang jatuh pada tanggal 10 Nopember yang juga bertepatan dengan hari pahlawan.

Mereka tak segan merias wajah dan menyempurnakan aneka pakaian adat nusantara agar benar-benar mirip pakaian adat dari daerah asal mulai adat Betawi, adat Dayak, Minang, Bali, NTT, Ambon, Reog Ponorogo hingga Sulawesi dan Papua.

“Meski memakai busana adat nusantara para perawat dan Dokter pelayanan kesehatan tetap berjalan.” Kata Direktur RSUD dr ISKAK, dr. Supriyanto.

Selesai apel pagi dan syukuran bersama seluruh karyawan kembali bertugas di ruang dan bidang masing-masing dengan tetap menggunakan busana adat nusantara. “Jadi agenda ini bukannya hura-hura, tetapi peringatan memperingati jasa para senior-senior kami yang luar biasa besar dalam membangun dan mengembangkan RSUD dr ISKAK hingga memasuki usia ke 100 tahun dan sekarang mencapai kondisi yang seperti sekarang ini.” Kata Supriyanto.

Ia menegaskan bahwa RSUD dr ISKAK, sebagaimana rumah sakit lainnya dibangun dengan SDM yang memiliki multi keahlian di bidang kesehatan.

Ragam keahlian yang bersinergi dalam mengembangkan dan memajukan RSUD dr ISKAK itulah yang kemudian disimbolikan dalam Pakaian adat nusantara dalam rangka HUT ke-100.


Mengenai ide peringatan HUT ke-100 RSUD dr ISKAK yang mengenakan pakaian adat Nasional se-nusantara. Supriyanto menjelaskan hal itu sebagai cerminan dari keragaman budaya di Tanah Air memiliki filosofi sama dengan multi keahlian dalam hal pelayanan Kesehatan rumah sakit tersebut. (sar/jon)