Kepala Desa Penantian Palsukan Tanda Tangan Perangkat Desa?

Iklan Semua Halaman

.

Kepala Desa Penantian Palsukan Tanda Tangan Perangkat Desa?

Sku Metropolitan
Selasa, 14 November 2017

OKU, Metro
Berbagaimacam cara dilakukan Kepala Desa untuk mendapatkan keuntungan dari Dana desa yang diterinya dari Pemerintah Pusat. Bahkan ada Kepala Desa yang diduga segaja memalsukan tanda tangan aparat Desanya, seperti yang terjadi di Desa Penantian Kecamatan Sosok Buay Rayap Kabupaten Ogan Koriring Ulu (OKU). Hal itu dikatakan Eka, Setiawan, Sekertaris dari LSM Liddik Krimsus RI kepada wartan baru- baru ini.

Eka, menjelaskan, Kepala Desa yang sudah berani memalsukan tanda tangan perangkatnya, merupakan pelanggaran hokum, sesuai dengan undang undang hukum pidana Pasal 263 (KUHP) ayat 1, tentang pemalsuan. Pelaku pemalsuan diancaman hukuman enam tahun penjara. Apalagi kejadian ini adalah untuk kelengkapan Surat Pertanggung Jawaban(SPJ) Dana Desa (DD) tahap  pertama.

 Kalau ada pemalsuan tanda tangan dalam SPJ tersebut, jelas ada dugaan Tindak Pidana korupsi  dalam pengelolaan Dana Desa tersebut yang di lakukan oleh Kepala Desa selaku kuasa pengguna anggaran. Apalagi tanda tangan yang di palsukan tersebut berkas tentang belanja Anggaran Dana Desa, artinya di sini tidak ada keterbukaan yang di lakukan oleh Kepala Desa.

Kepala Desa  diduga menutupi hal ini tidak bisa di biarkan begitu saja karena anggaran Dana Desa ini rawan di salah gunakan untuk kepentingan pribadi.apa lagi kejadian seperti ini Kepala Desa Penantian, diduga menggunakan Dana Desa untuk kepentingan pribadi bukan untuk kepantingan masyarakat, jelasnya.

Kami akan menindaklajuti kejadian ini ke Bupati dan penegak hokum agar para Kepala desa yang melakukan penyimpangan dalam mengalokasikan Dana Desa tidak seenaknya meraup Dana Desa untuk memperkaya diri sendiri, ujarnya.

Sementara itu Kaur Pemerintahan Desa Penantian, Arlias, ketika dikonfirmasi SKU Metropolitan mengungkapkan, "beberapa waktu lalu ada penanda tanganan SPJ termin pertama, saya sempat debat dengan, Rika, selaku bendahara Desa Penantian, sebab di dalam berkas tersebut ada sekitar delapan lembar berkas yang sudah di tanda tanganni yang mirip tanda tangan saya, sedangkat saya sendiri belum menanda tangan ni nya"ungkap Arlias.

Arlias menambahkan, bukan hanya tanda tangannya saya saja yang di palsukan, tanda tangan Sekretaris Desa (Sekdes) dan Kaur Kesra juga ikut di palsukan Abdul Maman sebagai Kepala Desa. Dengan adanya pemalsun tanda tangan dalam LPJ Dana Desa, saat itu saya mengundurkan diri dari Kepala urusan (kaur) pemerintahan Desa Penantian, tambahnya.

Dirinya sendiri mengaku sempat bertanya dengan wakil Ketua BPD, perihal kenapa ada tandatangan dirinya dalam dokumen SPj tersebut. “Saya sempat ngancam, kalau hal ini saya laporkan ke pihak Kepolisian, bisa tekurung  Sebab ada tandatangan saya di 8 lembar SPj tersebut, padahal saya tidak pernah neken,” imbuhnya.

Menurut salah satu warga yang tidak mau di sebutkan namanya "masyarakat sama sekali tidak pernah di beri tahu kalau Dana Desa tersebut di gunakan untuk apa. Apa saja yang dibagun dengan menggunakan DD tidak ada keterbukaan, Kepala Desa Penantian sangat arogan dan tidak mau menerima masukan, katanya. (Bambang)