Pembangunan Gedung PGRI dan SMPN Diragukan Selesai Tepat Waktu

Iklan Semua Halaman

.

Pembangunan Gedung PGRI dan SMPN Diragukan Selesai Tepat Waktu

Sku Metropolitan
Sabtu, 04 November 2017
SMPN 26 Kecamatan Beji
Depok, Metro
Pemerintah Kota Depok lewat APBD tahun 2017 mengucurkan anggaran yang cukup besar untuk membangun beberapa sekolah. Hal ini dimaksudkan agar para siswa dan siswi yang ingin menuntut ilmu dapat belajar dengan nyaman, sehingga proses belajar–mengajar akan terlaksana dengan baik dan efisien.

Ada 41 sekolah yang mendapatkan bantuan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) yang berasal dari APBD Kota Depok mulai dari pembangunan gedung SD  hingga SMP yang anggarannya senilai Rp 53.071.043.146 sudah termasuk didalamnya pembangunan gedung PGRI Kota Depok yang anggaranya sebesar 3,6 Miliar rupiah dan SMPN 25 dan SMPN 26 yang masing nilai kontraknya  sekitar  9 miliar rupiah.
Lahan untuk SMPN 25 di duga sengketa
Namun sangat disayangkan, pembangunan gedung SMP dan Pembangunan gedung PGRI di ragukan pembangunannya selelesai tepat waktu. Karena sampai saat ini pembangunan gedung PGRI dan Pembangunan gedung SMP 26 sampai berita ini diturunkan baru tahab kontruksi. Dimana sampai saat ini progres SMP 26 diperkirakan baru mencapai 30% dan Gedung PGRI progresnya baru mencapai  20%.

Sementara, Pembangunan gedung SMP 25  dipastikan pembangunannya tidak akan terlaksana tahun ini karena  sampai saat ini belum ada aktifitas pekerjaan  di sana. Diduga tanah untuk pembangunan gedung SMP 25  tersebut masih dalam sengketa, karena di atas lahan tersebut sampai saat ini masih berdiri tegak  plang tanda sengketa yang bertuliskan Polda Metro Jaya.

Anehnya, walaupun pemerintah Kota Depok sudah mengetahui tanah untuk peruntukan SMP 25 diduga masih  dalam sengketa karena diatas area tersebut masih ada berdiri plang tanda sengketa akan tetapi sudah dilakukan pelelangan. Karena menurut imformasi, lahan tersebut tadinya di peruntukan untuk SMKN, namun oleh sesuatu hal  pembangunan di hentikan, walaupun  didalam area tersebut telah terpasang  beberapa tiang –tiang coran yang dibangun tahun 2015 yang lalu. Menurut Ivan, proses lelangnya terkesan dipaksakan.

Menurut salah satu pegiat anti korupsi  Ivan M,SH, menyesalkan proses lelang  yang  lakukan ULP Pemkot pasalnya lahan diduga masih dalam sengketa. Ivan menyoroti lambatnya proses pembangunan  gedung sekolah tersebut di sinyalir banyaknya pihak yang berkepentingan di dalamnya. Mulai dari Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa, Kepala Dinas Pendidikan serta unit-unit lain yang berkaitan langsung dengan pembangunan tersebut.

 Ivan, memperkirakan kalau pembangunan beberapa sekolah SMP dan pembangunan gedung PGRI tidak akan selesai tepat waktu. Hal  tersebut berdasar dari tahapan pembangunan dan kondisi saat ini. Dimana saat ini, sudah memasuki musim  penghujan.

Sampai saat ini pembangunan masih tahap struktur, belum sampai lantai 1. Sekarang sudah dipenghujung bulan Oktober. Masa kontrak kerjanya 120 hari. “Mengingat waktu yang sangat terbatas dengan deadline pengerjaan yang hanya tersisa kurang dari dua bulan. Ivan, memprediksi kemungkinan besar, proyek bakal tidak rampung secara sempurna.” Ujar Ivan, meragukan.

Saat hal ini di konfirmasi, kepada  Mohammad Thamrin, selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok menyarankan untuk bertanya ke Asset dan Disrumkim, demikian juga dengan Kabid Disrumkim, Dadan selaku PPK, hingga saat ini belum dapat di konfirmasi .(Jalampong)