Peringati Sumpah Pemuda, Karangtaruna Noton Film Sukarno Bersama Masyarakat

Iklan Semua Halaman

.

Peringati Sumpah Pemuda, Karangtaruna Noton Film Sukarno Bersama Masyarakat

Sku Metropolitan
Sabtu, 04 November 2017

BEKASI, METRO
Tanggal 28 Oktober, adalah salah satu hari yang punya makna sejarah. Khususnya bagi para pemuda. Sebab di tanggal itu, para pemuda Indonesia, mengikrarkan janji, satu suara, menegaskan diri sebagai pemuda Indonesia. Dan satu komitmen berjuang untuk bangsa dan Negara. Karena itu, hari sumpah pemuda harus jadi momentum meneguhkan kembali spirit itu. Pemuda harus jadi motor utama perubahan bangsa kearah lebih baik.

Demikian dikatakan  Ketua Pelaksana Kegiatan Sumpah Pemuda di Perumahan Bumi Lestari RW 014 Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Zaldi Monroe kepada wartawan Metro Sabtu (28/10. Hadir di acara Nonton bersama Para Pemuda, pengurus Rt dan Ketua RW 014.  
Zaldi Monroe didampingi Tomy Purba dan Hengki menjelaskan, "Secara historis perkembangan bangsa ini tidak terlepas dari peran serta kaum muda, mulai dari Sumpah Pemuda tahun 1928, dan gerakan-gerakan mahasiswa pro demokrasi yang menuntut perubahan," kata.

Perjalanan sejarah republik ini, sejak sebelum kemerdekaan dikumandangkan, sampai sekarang ini, tak bisa lepas dari jejak peran kaum muda. Mereka, menjadi salah satu elemen yang pertama menegakan pilar republik. Tahun 1928, mereka para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara mengikrarkan diri, menjadi pemuda Indonesia. Tentu banyak hikmah yang bisa diserap dari hari Sumpah Pemuda tersebut. Hikmah yang relevan hingga kapan pun. Hikmah yang bisa jadi bahan refleksi dari generasi ke generasi.

“Sebagai Bangsa Indonesia, kita patut memperingati hari Sumpah Pemuda dan harus dapat mengambil hikmah dan makna yang terkandung di dalamnya," ujarnya.

Tahun 1928,  para pemuda yang berbeda suku, dan daerah, meleburkan diri dalam sebuah ikrar kebangsaan. Sumpah pemuda, adalah contoh par excellence, bagaimana persatuan dan kesatuan bangsa di peragakan. Dan aktor utamanya adalah kaum muda. Kaum yang sering disebut sebagai pemegang tongkat estafet sejarah.

"Mereka mencontohkan bagaimana  rasa bangga memiliki hingga bersatu membangun dan mempertahankan kesatuan negara ini dikonkritkan. Ini yang dapat kita terapkan dalam sanubari kita masing-masing" tutur Monreo.

Lewat sumpah pemuda dan nonton Filin Sukarno, generasi sekarang mendapat pelajaran sejarah yang sangat berharga, bagaimana  sekat dan batasan yang ada bukan menjadi penghalang untuk bersatu demi cita-cita besar bernama  Indonesia. Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-89 Tahun 2017 mengambil tema Pemuda Indonesia Berani Bersatu

"Dalam Film Sukarno berpesan, beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia Pertanyaan reflektif bagi kita semua, apakah mungkin hanya dengan 10 orang pemuda sebuah negara bisa mengguncang dunia?" Urai Monroe.

Ucapan sang proklamator yang berjuang demi republik sejak usia muda, bukan ucapan kosong tanpa makna. Tapi ucapan yang hingga sekarang masih sangat relevan. Merujuk pada Data BPS tahun 2014,   penduduk yang berusia rata-rata 16-30 tahun berjumlah 61.8 juta orang atau 24.5% dari jumlah total penduduk Indonesia yaitu 252 juta orang. Ini jadi bonus demografi bagi bangsa Indonesia. Bonus demografi ini harus jadi peluang yang sangat strategis bagi bangsa. Ini momentum, bagi bangsa ini untuk dapat melakukan percepatan pembangunan ekonomi dengan dukungan ketersediaan sumber daya manusia usia produktif dalam jumlah yang signifikan, jelasnya.


Monroe menambahkan, Sumpah Pemuda, adalah sebuah ikrar kesetiaan, janji bersama untuk Indonesia. Generasi sekarang penikmat kemerdekaan, harus menghargai, menghormati, dan meneruskan  jeri payah para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa raganya untuk Indonesia, tambahnya. (YOSUA)